Ketika dimintai komentar, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, santai saja. Terkait ini, ada pihak yang setuju kalau toilet di SPBU tidak berbayar namun adapula yang berpendapat sebaliknya. Tidak keberatan menggunakan toilet di SPBU dengan membayar.

Ahok mengatakan, apabila SPBU menarik biaya untuk toilet umum, maka fasilitasnya haruslah mumpuni. Bahkan kalau perlu kebersihan dan kenyamanannya setara dengan toilet pusat perbelanjaan atau mal, "Jika mau bayar sekalian toilet (SPBU harus) sekelas mal, lengkap ada sedia tisuenya," ungkap Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dikutip dari Merdeka.com, Rabu (24/11/2021).

Ahok menyampaikan, dirinya tak mempermasalahkan jika terdapat toilet di SPBU yang berbayar. Meski demikian, aspek kebersihan dan kelengkapan fasilitas harus diperhatikan untuk kenyamanan pengguna. "Bagi saya yang penting bersih," tandas Ahok.

Dalam sebuah kunjungannya, Menteri BUMN Erick Thohir dengan sengaja mampir ke salah satu SPBU Pertamina yang merupakan hasil kerjasama dengan swasta. Di sana, Erick Thohir menyempatkan untuk mengunjungi toiletnya.

Dirinya pun sedih, toilet yang seharusnya menjadi fasilitas umum justru malah dipasang tarif. Untuk yang ingin baung air kecil, harus bayar Rp 2.000 per orang. Sedangkan yang ingin mandi, terpaksa bayar Rp 4.000 per orang.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir dalam videonya yang diunggah di Instagramnya. Di sana, Erick Thohir menuliskan caption, "Ini pesan saya untuk rekan-rekan di Pertamina, dari toilet umum SPBU Pertamina, Kecamatan Malasan, Probolinggo. Sudah kewajiban BUMN memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat."

Di sana pun Erick Thohir sempat menanyakan kepada petugas penjaga toilet. "Ini Pom Bensin swasta, kalau mau pakai bayar Rp 2.000 kencing, mandi bayar Rp 4.000. Untuk perawatan. Kenapa tidak gratis, ini kan fasilitas umum?," tanya Erick Thohir kepada petugas tersebut seperti dikutip dari Instagramnya, Senin (22/11/2021).

"Saya kurang tahu Pak, saya cuma kerja," jawab penjaga toilet yang mengenakan jaket serta topi merah itu. Selanjutnya Menteri Erick bertanyaka nama pemilik SPBU tersebut. Dengan wajah lugu, sang penjaga WC umum menyebut nama Agus. "Ya sudah, nanti ditelpon Pak Agusnya. Kenapa toilet aja tidak gratis, padahal kan sudah bisnis bensin," timpal Menteri Erick.

Di akhir videonya, Erick Thohir menegur keras Direksi Pertamina. Dirinya meminta untuk melakukan perbaikan kontrak dengan pihak swasta, terutama mengenai pelayanan. "Kepada direksi Pertamina saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis. Kan sudah dapet dari jualan bensin, juga toko kelontong. Jadi masyarakat mestinya dapet fasilitas tambahan," ucap Erick Thohir.

"Saya minta Direksi Pertamina perbaiki. Saya minta semua Pom Bensin yang kerjsama dengan swasta di bawah Pertamina, semua toiletnya gratis," pungkasnya.