Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, duduk di kursi terdakwa dalam sidang kasus korupsi yang digelar di Jerusalem, Senin (22/11).

Dahulu berkuasa, kini Netanyahu berperkara. Ia didakwa telah menipu, melanggar kepercayaan, sekaligus menerima suap.

Netanyahu muncul di Pengadilan Distrik Yerusalem Senin pagi dan ditemani oleh sesama politisi dari partai Likud. Dia adalah terdakwa dalam tiga kasus terpisah. Kasus pertama, Netanyahu didakwa menerima hadiah senilai ratusan ribu dolar dari sejumlah miliarder termasuk Milchan dan Packer.

Pada kasus kedua, Netanyahu dituduh mengatur liputan positif di sebuah surat kabar besar Israel dengan imbalan mempromosikan undang-undang yang akan merugikan saingan utama outlet berita tersebut.

Kasus ketiga, yang dijuluki Kasus 4000, menuduh Netanyahu mempromosikan undang-undang senilai ratusan juta dolar kepada pemilik raksasa telekomunikasi Israel, Bezeq, dengan imbalan liputan positif di situs berita Walla.

Netanyahu telah menolak seruan untuk mundur dari kepemimpinan Israel setelah didakwa melakukan kesalahan pada 2019. Dia memanfaatkan jabatannya sebagai perdana menteri untuk mengecam penegakan hukum, media, dan pengadilan karena meluncurkan perburuan penyihir terhadap dirinya.

Sementara sidang Senin kemarin mendengarkan kesaksian Nir Hefetz, mantan juru bicara Netanyahu, selaku saksi. Hefetz dihadirkan sebagai saksi yang memberatkan Netanyahu.

"Kendalinya atas segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah media dan media sosialnya bisa lebih tinggi," ujar Hefetz.

Hefetz meninggalkan karier panjangnya di bidang jurnalisme pada 2009 untuk bekerja sebagai juru bicara pemerintahan Netanyahu. Pada 2014, dia menjadi juru bicara dan penasihat keluarga Netanyahu.  
Kemudian pada 2018, Hafetz ditangkap sehubungan dengan salah satu kasus korupsi Netanyahu. Setelah penangkapannya, Hefetz menandatangani kesepakatan saksi negara dan memberikan rekaman percakapan dengan Netanyahu dan keluarganya kepada penyelidik.

Kesaksian Hafetz tertunda sepekan setelah pengacara pembela Netanyahu meminta waktu untuk meninjau bukti baru. Bukti baru tersebut menuduh istri Netanyahu, Sara, telah menerima sebuah gelang mahal sebagai hadiah dari dua miliarder yaitu produser Hollywood Arnon Milchan dan miliarder Australia James Packer.

Persidangan Netanyahu secara resmi dimulai pada 2020. Proses sidang diperkirakan memakan waktu selama bertahun-tahun. Mengutip Reuters, Netanyahu, yang menjabat sebagai perdana menteri selama 12 tahun, mengaku tidak bersalah.