Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto meminta pengertian publik atas ucapan Arteria Dahlan yang menyebut aparat penegak hukum tidak layak dijerat operasi tangkap tangan.

"Apa yang disampaikan Bung Arteria Dahlan mungkin keseleo lidah. karena terlalu bersemangat dan baru pulang dari daerah pemilihan sehingga mungkin kecapaian," kata Hasto.

Menurut Hasto, PDIP sangat jelas taat kepada hukum. Hasto mengatakan konstitusi mengamanatkan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Kemudian, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tersebut tanpa terkecuali.

"Karena itulah siapa pun yang melanggar hukum, terlebih hukum pidana, termasuk korupsi, penegakan hukum yang berkeadilan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak boleh ada pengecualian hanya karena jabatan," ujar Hasto.

Hasto menambahkan selama aparat menegakkan hukum secara berkeadilan dan sesuai mekanisme yang benar, sebenarnya tak perlu takut OTT.

"OTT kan terjadi kalau seseorang melakukan pelanggaran. Aparat hukum kan pasti tahu hukum. Jadi, selama hukum dilaksanakan dengan berkeadilan dan dijalankan sesuai keadilan, tak perlu takut kena OTT," imbuh Hasto.

Pernyataan Arteria diketahui dilontarkan dirinya saat mengikuti sebuah diskusi daring bertajuk 'Hukuman Mati bagi Koruptor, Terimplementasikah?' pada Kamis (18/11). Dalam hal ini, aparat yang dirujuk oleh Arteria adalah polisi, jaksa dan hakim.

Menurutnya, aparat dapat menciptakan instrumen penegakan hukum yang lebih menantang dibandingkan dengan OTT. Sehingga, kata dia, unsur kewajaran (Fairness) dalam penindakan dapat lebih terlihat.

Ia menyinggung, banyak metode dan cara penegakkan hukum lain yang dapat dilakukan. OTT, kata dia, cenderung dapat menimbulkan isu kriminalisasi dan politisasi.

Pernyataan itu lantas menuai kritik dan polemik di tengah masyarakat. Terutama dari kalangan mantan penyidik KPK.