Bill Gates tampaknya serius ingin menggalakkan tenaga nuklir. Terbukti, startup TerraPower yang turut ia dirikan dan danai, akan membangun reaktor nuklir di wilayah Kemmerer, Wyoming, Amerika Serikat (AS) yang sebelummnya dikenal sebagai daerah tambang batu bara dan gas Bumi.

Ongkos pembuatannya diperkirakan mencapai USD4 miliar atau di kisaran Rp56 triliun, separuh ditanggung oleh TerraPower dan separuh lagi oleh pemerintah AS. CEO TerraPower, Chris Levesque, menyebut pembangunan ini akan menyerap sampai 2.000 tenaga kerja.

Daerah itu dipilih dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti dukungan masyarakat, kondisi geologi, tanah dan seismik. Saat sudah selesai dibangun, reaktor nuklir itu akan menghasilkan daya 345 megawatts dan mungkin dapat ditambah sampai 500 megawatts.

Sebagai ilustrasi, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (18/11/2021) 1.000 megawatts dapat menyediakan energi bagi kota ukuran menengah dan kota kecil membutuhkan sekitar 1 megawatt.

"Pembangunannya mendapatkan hibah besar dari pemerintah. Hal ini penting karena pemerintah AS dan industri reaktor nuklir AS sudah ketinggalan dari negara lain," kata Levesque.

"China dan Rusia terus membangun pembangkit baru dengan teknologi canggih seperti kita dan mereka ingin mengekspornya ke banyak negara lain di seluruh dunia. Jadi pemerintah AS cemas bahwa AS tidak bergerak maju di sini," papar dia.

Reaktor nuklir TerraPower punya beragam terobosan, dikembangkan bersama GE-Hitachi. Sistem pendinginannya memakai sodium cair, bukan air. Sodium lebih tinggi titik didihnya dan bisa menyerap lebih banyak panas, sehingga menurunkan risiko ledakan.

Selain itu, reaktor nuklir dengan natrium ini tidak membutuhkan sumber energi dari luar untuk mengoperasikan sistem pendinginannya, sehingga juga meminimalisir bahaya. Ukuran pembangkit juga lebih kecil dari reaktor nuklir konvensional. Terakhir, pembangkit nuklir ini juga menghasilkan lebih sedikit sampah.

Walaupun saat ini masih cukup kontroversial, energi nuklir bermanfaat bagi masa depan dunia karena dapat menangkal perubahan iklim, seperti dikatakan Bill Gates belum lama ini

Menurut Bill Gates yang baru saja merilis buku How to Avoid Climate Disaster, tenaga nuklir memang harus menghadapi tantangan karena reputasinya negatif, misalnya diasosasikan dengan bom atom atau bencana radioaktif. Namun hal itu harus diatasi karena energi nuklir amat penting.

Saat ini, kebutuhan akan energi bersih makin besar. Operasional pembangkit tenaga nuklir bisa jadi solusi karena sama sekali tak melepaskan emisi gas rumah kaca.

Bill Gates menyebutkan inovasi baru dalam teknologi nuklir, di mana dia juga salah seorang investornya, membuat energi nuklir akan semakin aman dan terjangkau. Beberapa negara di dunia pun mulai mau mengadopsinya.

Wajar saja energi nuklir reputasinya buruk karena bencana besar yang dihadirkannya di masa silam. Sebut saja kerusakan pabrik Chernobyl pada tahun 1986 di Ukraina dan bencana pembangkit nuklir di Fukushima, Jepang pada tahun 2011 menyusul terjadinya gempa bumi dan tsunami.

"Padahal nuklir sebenarnya menjadi lebih aman dibandingkan sumber tenaga yang lain. Batu bara, pipa gas alam meledak. Kematian per unit dari pembangkit tersebut jauh lebih tinggi (dibandingkan nuklir)," klaim Bill Gates.

"Ada generasi baru tenaga nuklir yang menyelesaikan permasalahan ekonominya yang merupakan masalah sangat besar. Dan pada saat yang sama, juga merevolusi keamanannya," tambah dia.

"Seiring kita menyelesaikan masalah teknis itu dan juga biayanya, saya harap orang-orang akan lebih terbuka pikirannya untuk melihat betapa aman generasi masa depannya," urainya.