Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani merespons pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengklaim kerja Presiden Jokowi lebih baik dibanding era sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kamhar mengatakan, dibanding menjelek-jelekkan era pemerintahan sebelumnya, Hasto diminta lebih fokus pada kasus hukum yang menyeret nama partainya

Salah satu yang disinggung Kamhar adalah kasus bekas caleg PDIP, Harun Masiku yang hingga kini tak kunjung ditemukan.

"Jika merasa bersih dan punya tanggung jawab moral, Hasto mestinya fokus saja bagaimana menghadirkan Harus Masiku," kata Kamhar kepada wartawan, Senin (25/10).

Menurut Kamhar, hal itu lebih elegan dibanding dengan menyerang pemerintahan sebelumnya. Pernyataan Hasto tersebut terlalu arogan dan tidak berbasis data fakta ilmiah ketika membandingkan kepemimpinan Jokowi dengan era SBY.

"Hasto semakin menunjukkan dia insecure dan ngawur. Dia melecehkan kewarasan publik dan mempertontonkan kedunguan yang nyata," ujarnya.

Kamhar menuturkan, untuk menilai capaian pemerintahan SBY, Hasto tidak usah repot-repot melakukan studi komparasi antara pemerintahan Jokowi dengan pemerintahan SBY.

"Pemerintahan Pak SBY berhasil melunasi utang ke IMF, sementara yang sekarang tercatat sebagai pengutang terbesar sepanjang sejarah republik berdiri" kata Kamhar.

Lalu, pengangkatan jutaan tenaga honorer menjadi PNS, sementara pemerintah sekarang terus menebar janji yang belum ditunaikannya itu hingga mulut berbusa-busa tapi nihil realisasi soal nasib honorer.

"Di masa Pak SBY setiap tahun PNS mengalami kenaikan gaji yang memberikan efek tular pada perekonomian, sementara yang sekarang tidak demikian," pungkasnya.