Gembong narkoba yang paling dicari di Kolombia, Dairo Antonio Úsuga, ditangkap pihak keamanan pada Sabtu (23/10), setelah buron selama satu dekade.

Pemimpin sindikat narkoba Otoniel itu tertangkap di salah satu markasnya di Necocli, Kolombia.

Dairo Antonio Úsuga merupakan 'raja' narkoba di Kolombia yang memimpin klan Teluk.



Klan Teluk, yang yang dikuasai Otoniel, merupakan sindikat narkoba yang diklaim bertanggungjawab atas pengedaran narkoba, penambangan ilegal, dan pemerasan ilegal yang jadi biang kerok kekerasan nasional terburuk di Kolombia. Kelompok ini dikabarkan ada di setiap bagian negara itu.

Penting diketahui, Kolombia merupakan salah satu pemasok kokain terbesar di dunia. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar mereka.

Dilansir dari laman AP News, Minggu (24/10), Presiden Iván Duque menyamakan penangkapan Dairo Antonio Úsuga pada hari Sabtu dengan penangkapan Pablo Escobar tiga dekade lalu.

Pemerintah Kolombia merilis gambar Otoniel dengan borgol dan dikelilingi tentara. "Ini adalah pukulan telak bagi pedagang narkoba di negara kami pada abad ini," kata Presiden Iván Duque.



Otoniel kabur dari proses hukum pemerintah Kolombia selama bertahun-tahun dengan menyuap pejabat negara dan bersekutu dengan orang dari kiri dan kanan, dikutip dari Associated Press.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan pernah menawarkan hadiah sebesar US$5 juta (setara Rp70 miliar) untuk membayar informasi terkait dengan penangkapan Otoniel.

Pada 2006, Otoniel menolak pelucutan senjatanya kala menandatangani perjanjian damai. Akibat itu, ia terus masuk ke wilayah gelap perdagangan narkoba, bukannya berdamai.

Otoniel sendiri pernah mengajukan kesediaannya untuk berunding bersama Pemerintah Kolombia pada 2017. Namun, pemerintah Kolombia membalasnya dengan mengerahkan 1.000 tentara untuk mencari Otoniel.

Otoniel juga dikabarkan sering melakukan pelecehan seksual kepada perempuan dan anak di bawah umur.