Ustaz Yusuf Mansur menilai, narasi yang dibangun Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto jelang Pilpres 2024 mengikuti narasi para nabi.

"Menjadi partai pemenang pilpres dan pilkada, melahirkan narasi dan menjaga narasi tetap di atas, sebenarnya narasi para nabi," katanya, saat live streaming YouTube Majelis Ahlul Hidayah, dikutip SINDOnews, Minggu (24/10/2021).

Menurut Yusuf Mansur, yang menarik dari hal ini adalah Partai Golkar berani bersuara lebih dahulu dan dengan penuh keyakinan.

"Apa yang menarik dari Golkar, ternyata dia bersuara. Duluan dia bersuara, menangkan Pilpres 2024, Pilkada. Kalau pimpinannya udah ngomong begitu, belajar dari Nabi Musa," sambung Yusuf dikutip Sindonews.com.

Dalam salah satu surah diceritakan, Nabi Musa terpojok dikejar tentara Firaun. Di depannya lautan dan di belakangnya tentara Firaun yang siap menyerang. Tetapi, Nabi Musa tidak melihat itu dan tetap yakin Allah memberikan jalan.

"Di depan sudah enggak ada jalan, laut. Lari nih dari Firaun, di pur jalan tuh. Keuber dia, pasukannya beda. Ketiga dua-duanya sudah saling melihat dan jaraknya sudah dekat bener. Sementara enggak ada jalan keluar. No way out," jelasnya. 

Sebagai seorang pemimpin bagi kaumnya, Nabi Musa tetap tegar dan pantang menyerah, tetap berada di jalan Allah. 

"Nabi Musa berdiri sebagai pemimpim kaum dan bangsanya. Dia enggak lihat depannya lautan, dia enggak lihat belakangnya Firaun. Dia bilang enggak bakalan ketangkap, tenggelam dan binasa. Sudah ada Allah, ngasih jalan," sambungnya.

Jalan cerita selanjutnya sudah bisa diketahui, laut terbelah dan Nabi Musa beserta kaumnya selamat dari Firaun.