Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi terkait kasus kelebihan bayar insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) pada 2021.

Terkait itu, Kemenkes meminta para nakes dari sejumlah rumah sakit dan puskesmas di beberapa provinsi di Indonesia mengembalikan kelebihan insentif tersebut.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, dr. Trisa Wahyuni Putri menjelaskan pengembalian insentif tersebut hanya ditunjukkan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menerima double transfer dari Kemenkes.

Double transfer ini artinya mendapatkan double pembayaran insentif dan di bulan yang sama. Kondisi ini, kata dr. Trisa dalam jumpa pers secara daring, Sabtu (23/10) kemarin, diketahui setelah Kemenkes melakukan evaluasi lebih lanjut.

Meski demikian, dr. Trisa enggan menyebutkan secara rinci berapa jumlah kelebihan bayar dan jumlah double insentif yang diterima para nakes.

"Untuk kelebihan pembayaran ini jumlahnya berapa dan jumlah yang double transfernya berapa, itulah yang sedang kami koordinasikan kemarin dalam pertemuan. Sehingga kami mengkoordinasikan itu untuk memastikan kebenarannya," kata dr. Trisa.

Lebih lanjut dr. Trisa mengatakan, permasalahan mengenai kasus double transfer insentif nakes 2021 ini telah dideteksi oleh Kemenkes. Ia menjelaskan bahwa Kemenkes juga telah mengupayakan kompensasi bagi para nakes yang sudah terdeteksi.

"Bagi yang sudah terdeteksi tentu kami melakukan satu upaya untuk kompensasi. Tapi ternyata masih ada juga yang terjadi. Ini memang ada perubahan mekanisme terutama pada saat tarikan data yang memang menjadi suatu kendala kami," jelas dia.

"Karena dalam mekanisme pembayaran insentif memang ada proses yang teknis dan memerlukan ketelitian. Mungkin dalam penarikan data pada aplikasinya ada persoalan. Ini sudah kami antisipasi untuk perbaikannya supaya tidak terjadi lagi," terang dr. Trisa.

Lebih lanjut dr. Trisa mengatakan, pengembalian insentif tersebut hanya ditunjukkan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menerima double transfer dari Kemenkes.

Meski demikian, Kemenkes tidak akan memberikan sanksi bagi para nakes yang tidak mengembalikan kelebihan insentif tersebut.

"Kami tentu tidak ingin memberikan sanksi pada nakes. Sebab kami yakin bahwa mereka sudah mendapatkan sesuai haknya. Kami yakin itu, sehingga kami tidak memberikan sanksi. Kami nanti akan memberikan satu komunikasi pada nakes tersebut bahwa haknya sudah dipenuhi hanya ada satu hal yang harus ditindaklanjuti karena adanya double transfer," paparnya.