Hal itu disampaikan Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dikutip Disway.id, Kamis (21/10/2021). Dikatakan bahwa pemerintah kecil kemungkinan mempailitikan Garuda. Sebab, nasib uang Pertamina, Angkasa Pura dan bank-bank BUMN bisa tidak terbayar. "Yang harus dibela ternyata bukan lagi hanya Garuda. Tapi juga Pertamina dkk itu," ungkap Dahlan.

Ya, pemahaman pendiri koran terbesar di Pulau Jawa ini benar. Utang Garuda di BUMN ternyata lumayan gede juga. Di tiga bank pelat merah yakni BRI, BNI dan Bank Mandiri angkanya tak kurang dari Rp10 triliun.

Ditambah utang Garuda untuk membeli avtur ke PT Pertamina (Persero) mencapai Rp12 triliun. Selain itu, Garuda juga utang untuk biaya landing dan take off ke Angkasa Pura sekitar Rp3 triliun. Totalnya sekitar Rp23 triliun. Wow.

Meski ditimpa utang super jumbo, Dahlan tak melihat adanya kegalauan di barisan direksi Garuda yang dipimpin Irfan Setiaputra. Termasuk ancaman pailit dari Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

"Pernyataan Kementerian BUMN sendiri diucapkan oleh Wakil Menteri II Kartika Wirjoatmodjo. ‘Kalau kita restrukturisasi itu mentok, ya kita tutup Garuda Indonesia. Tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara. Nilai utangnya terlalu besar' ujar Kartika," ungkap proa asal Magetan, Jawa Timur ini.

Restrukturisasi Garuda Indonesia, lanjut dia, saat ini memang tidak bisa dianggap kecil. Dahlan mengungkapkan nilainya mencapai Rp70 triliun. Sedangkan yang belum jatuh tempo masih sekitar Rp70 triliun lagi.

Urusan pailit, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk baru saja lolos dari gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU yang diajukan PT My Indo Airlines, maskapai khusus kargo.

Majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021), menolak pengajuan PKPU itu. "Garuda Indonesia telah menghadiri sidang putusan Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat yang menolak pengajuan PKPU oleh My Indo Airlines selaku kreditur," ungkap Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra.  

Irfan mengatakan, Garuda akan tetap berfokus pada upaya restrukturisasi kewajiban usaha dan operasinya. Mengingat maskapai pelat merah itu memiliki utang segunung.