PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bersinergi dengan PT Badak Natural Gas Liquefaction (PTB). Keduanya bekerja sama terkait pemanfaatan dan pengembangan bisnis liquified natural gass (LNG) di lingkup holding minyak dan gas bumi (migas). 

Untuk merealisasikan sinergi tersebut, PGN dan PTB menandatangani Heads Of Agreement (HOA) mengenai Kerjasama Pemanfaatan Hub Terminal LNG Bontang pada Selasa, (19/10/2021). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PGN Utama PGN M Haryo Yunianto dan President Director& Chief Executive Officer PTB Gema Iriandus Pahalawan, disaksikan oleh Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono. 

Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengatakan, terdapat kebutuhan untuk pemanfaatan terminal LNG Badak sebagai LNG Hub untuk titik suplai pasokan LNG bagi sejumlah proyek. Proyek yang dimaksud meliputi gasifikasi maupun regasifikasi Subholding Gas untuk proyek gasifikasi Kilang Pertamina, penugasan Kepmen 13, LNG Trading, LNG Bunkering, LNG Storage and Reloading, gasifikasi Smelter, Small Scale LNG Isotank dan Small Scale LNG dan proyek development lainnya. 

"Sedangkan untuk regasifikasi LNG dilakukan untuk keperluan RDMP RU V Balikpapan dan industri di Kalimantan Timur, pemenuhan energi ramah lingkungan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur dan pengembangan cold storage,” papar dalam keterangan resmi, Rabu (20/10/2021). 

Kerja sama dengan PTB juga mencakup pelatihan dan pengembangan pekerja, serta technical services yang meliputi technical advisor, troubleshooting, dan perbaikan. 

“Transformasi PGN sebagai Subholding Gas memperkuat peran dalam pengelolaan bisnis gas bumi nasional dan portofolio LNG yang terintegrasi. Pengelolaan LNG portofolio dari Pertamina akan diserahkan secara bertahap ke Subholding Gas, ini yang harus kami jalankan seoptimal mungkin agar pemanfaatannya ke depan menjadi lebih baik,” tutup Haryo.