Dalam diskusi 'Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid (Jawa Bali - Non Jawa Bali)' yang digelar KedaiKOPI pada Jumat (15/10) lalu. Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Ganjar dianggap bodoh oleh kaum milenial. Tak hanya ke Ganjar, serangan itu juga dilontarkan Rocky Gerung ke Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Jadi konyol kita berupaya menaikkan elektabilitas Ganjar, padahal bagi milenial itu orang bodoh. Demikian juga Puan. Sama, mereka anggap ini orang nggak ngerti new grammar of world's politic adalah gender equality, democracy, human rights," ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, hal itu salah satunya lantaran dipicu isu banteng vs celeng yang dinilai sebagai kekonyolan politik.

"Padahal kami milenial yang 2024 nanti akan memilih mau lihat pertengkaran akademis di dunia politik Indonesia sama seperti pertengkaran di luar negeri. Soal gender equality, new kind of economy. Kok kita nggak denger ya Puan ngomong itu. Om yang rambutnya kayak bintang film putih itu, Ganjar Pranowo, ngomong itu. Kok kita nggak lihat Kang Emil ngomong itu," kata Rocky.

Rocky mengatakan, kaum milenial ingin agar tokoh-tokoh politik menunjukkan perdebatan akademis. Misalnya terkait dengan society 5.0 yang membahas gender equality hingga human rights. Bukan malah menunjukkan kekonyolan politik.

"Society 5.0 isinya intellectuality, human right, gender equality. Mereka nggak dapet itu," imbuh dia.

Alih-alih marah lantaran disebut dianggap bodoh oleh kaum milenial, Ganjar malah memuji Rocky Gerung. Ganjar pun tak marah. Ganjar justru menyebut sosok Rocky Gerung cerdas dan hebat.

"Beliau orang cerdas dan hebat," kata Ganjar Pranowo dilansir Detik.com, Senin (18/10/2021).

Menurut Ganjar, Rocky Gerung adalah kritikus terbaik yang dia ikuti. Selain kritis, pendapat Rocky Gerung disebut bersifat analisis.

"Beliau kritikus terbaik yang pernah saya ikuti. Kritis dan analitis," ujarnya.

Ganjar Pranowo menganggap apa yang disampaikan Rocky Gerung tidaklah kasar. "Itu tidak kasar tapi kritis," kata Ganjar.