Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan membangun dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Saya bersyukur karena dengan jaringan gas sampai di Lumajang akan ada distribusi yang lebih mudah dan harapan kami tidak ada lagi kelangkaan gas," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam rilis yang diterima di Lumajang, Sabtu (16/10).

Menurutnya rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut akan mulai dibangun pada Tahun 2022, sehingga saat ini Kementerian ESDM sedang melakukan survei.

"Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung secara penuh rencana Kementerian ESDM tersebut dan bila dilakukan langkah teknis, maka kami menyiapkan sepenuhnya hal-hal yang berkenaan dengan kebijakan maupun kewenangan pemkab," tuturnya.

Thoriq dikutip Republika.co.id menilai bahwa rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat Lumajang karena dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi rumah tangga yang lebih aman, bersih dan efisien.

"Pemkab Lumajang dengan senang hati mendukung berkenaan dengan perizinan dan sarana teknis lain karena pada prinsipnya kami sangat mendukung dan terima kasih atas inisiasi itu," katanya.

Sementara Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Noor Arifin Muhammad menjelaskan bahwa tahun depan akan dibangun jaringan gas untuk 4.000 sambungan rumah tangga. Menurutnya pemanfaatan jaringan gas itu akan menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan tabung elpiji 3 kg. 

Selain itu, program jaringan gas juga akan menghemat subsidi elpjiji 3 kg dalam APBN.

"Kerja sama dengan pemda dan jajaran kepala daerah sampai ke bawah menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan, baik konstruksi maupun saat beroperasinya," katanya.