Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya angkat bicara soal polemik Banteng Vs Celeng di internal PDIP. Ganjar menegaskan bahwa dirinya selaku kader PDIP akan setia dengan partai banteng bermoncong putih itu.

Saat ditanya wartawan, Ganjar awalnya menjawab soal celeng di hutan. Namun Ganjar akhirnya menanggapi singkat soal polemik Banteng Vs Celeng.

"Celeng apa? Apa di Grobogan ada celeng," kata Ganjar dikutip detikcom usai meresmikan Trans Jateng koridor 3 Grobogan-Semarang, di Pendopo Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10).

"Sori ya, kita Banteng, bro. Sekali Banteng tetap Banteng!" tegas Ganjar.

Polemik di internal PDIP hingga kini terus bergulir lantaran masalah dukung mendukung capres. Sebutan Celeng pun muncul untuk menyebut kader Banteng yang dianggap keluar barisan.

Mereka membuat barisan bernama Barisan Celeng Berjuang dengan membuat logo celeng taring putih sebagai simbol perlawanannya.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang 'Pacul' Wuryanto melabeli Celeng bagi pengurus dan oknum PDIP yang mendeklarasikan diri mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024.

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," tegas Bambang, Sabtu (9/10).

Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo yang juga kelompok relawan Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo, Albertus Sumbogo, lantas merespons Bambang Pacul dan mengkritisi gaya kepemimpinannya.

"Di bawah tekanan kepemimpinan beliau (Bambang Pacul) lahirlah kader-kader dengan mental babu, bebek dan beo," kata Sumbogo saat dihubungi, Minggu (10/10) lalu.