Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya menguasai teknologi baterai mobil listrik. Namun, juga mengambil peran aktif dalam industri mobil listrik di dalam negeri.

"Di Jerman saya melakukan peninjauan langsung pabrik mobil listrik yang harganya murah sekali. Barang ini sudah paten. Ini harganya murah,'' ujar Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke Volkswagen Group Components, Wolfsburg, Jerman, dikutip Rabu (13/10/2021).

Hadirnya kendaraan listrik dalam negeri, kata Bahlil, dapat terwujud kalau BUMN mengambil bagian secara aktif. 

"Kalau baterai mobil sudah kita kuasai, teknologi mobilnya juga harus kita kuasai dengan baik. BUMN harus aktif ambil peran penting ini. BUMN untuk Indonesia," jelas Bahlil.

Dalam kunjungannya ke Jerman, Bahlil mengajak Volkswagen untuk membangun industri bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

"Saya datang langsung ke sini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung," ujar Bahlil.

Pada pertemuan dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall Jumat (8/10/2021), Bahlil menjelaskan tentang komitmen pemerintah RI dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dari hulu hingga ke hilir.

Oleh karena itu, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Lebih lanjut, Meninves terus mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasi mereka dalam industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.

Dengan potensi Tanah Air yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia akan menjadi peluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan berinvestasi di negeri kita.

"Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia agar industri ini tumbuh pesat. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan dan harga pun menjadi kompetitif," tegas Meninves.

Sementara dari pihak Volkswagen, Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia.

Volkswagen Group mempunyai ketertarikan untuk membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor saja dari negara kita.

Volkswagen juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait rantai nilai potensial bahan baku baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik baterai di Eropa yang akan datang serta informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan kedua 2025," tandas Schmall.