Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merespons pernyataan Ketua Bappilu PDIP sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, yang menyebut kader PDIP pendukungnya maju capres 2024 bukan lagi banteng tetapi celeng.

Secara bijak Ganjar mengatakan, pernyataan Bambang tersebut bersifat mengingatkan agar para kader partai tertib. "Yo ora, itu untuk mengingatkan saja biar kadernya tertib," kata Ganjar, usai rapat penanganan COVID-19 di Pemprov Jateng, Semarang, Senin kemarin.

Ketika ditanya terkait deklarasi untuk dirinya, Ganjar mengaku masih mengurusi COVID-19. "Deklarasi apa? Lagi ngurusi Covid kok," tukasnya.

Diketahui, Ganjar sudah mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo untuk maju Pilpres.

Usai jadi polemik Albertus Sumbogo sendiri mengaku siap menghadapi sanksi partai, karena sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partai akan menjatuhkan sanksi bagi kader yang mendukung atau didukung dalam Pilpres 2024 sebelum ketua umum memutuskan calonnya

Sebelumnya, Bambang Pacul pada Sabtu (09/10) lalu, menyebut seluruh kader PDIP adalah barisan yang diperintah. Kader yang tidak tunduk pada perintah, termasuk yang melakukan dukungan dini terhadap capres, disebutnya bukan banteng melainkan celeng.

"PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapapun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah," kata Bambang di Sukoharjo.

Bambang menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah keluar dari barisan. Untuk itu, pimpinan dari oknum tersebut harus memberikan sanksi.

Menurutnya, kader yang keluar dari barisan bukanlah banteng, melainkan celeng. "Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," tegasnya.