Jadi, jangan kaget kalau ustaz Yusuf saat ini, getol memperkenalkan investasi emas ke lingkungan pondok pesantren yang dipimpinannya. Yakni, PPA Daarul Quran.

Menurut dia, ekonomi ibu-ibu dan milenial bisa 'naik kelas' dengan berinvestasi di keranjang logam mulia tersebut. "Saya berharap ibu-ibu dan remaja putri tidak hanya menjadi konsumen dengan rajin membeli emas, tapi juga bisa melakukan investasi dan menjual emas, menjadi distributor, bahkan memiliki saham perusahaan emas," ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip dari Antara, Senin (11/10/2021).

Dengan catatan, sambung Yusuf, ibu-ibu dan milenial mempelajari terlebih dahulu rekam jejak dan memperhatikan fundamental perusahaan emas yang dimaksud. Dalam edukasi investasi emas di pesantren, Yusuf menggaet Lotus Archi, anak usaha emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Ia menilai, emas sebagai instrumen investasi yang cocok dan paling sederhana untuk mengoptimalkan nilai uang dan menghindari inflasi. Emas, kata Yusuf, sebagai safe haven atau tempat aman berinvestasi, terutama untuk jangka panjang karena dapat meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian. Keuntungan investasi emas pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih sejak pandemi covid-19, harga emas terus meningkat.

Dia memprediksi, bisnis emas masih akan bertahan dalam jangka panjang. "Saya mengikuti perkembangan dan terlihat bahwa apapun yang terjadi di negeri ini, emas tetap bertahan," imbuh dia.

CEO Lotus Archi, Rudy Suhendra bertekad akan mengedukasi masyarakat termasuk generasi muda untuk berinvestasi sejak dini. "Emas bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang aman dan menjanjikan," jelasnya.