Pelemahan paling drastis dialami uang kripto Dogecoin yang bersandi DOGE, serta Polkadot (DOT). Nilai asetnya masing-masing rontok 4,46 persen dan 6,43 persen dalam 24 jam terakhir.

Dilansir coinmarketcap.com, Dogecoin dibanderol US$0,23 dan Polkadot US$34,95 per keping. Meski terkontraksi, baik DOGE maupun DOT masih mencatatkan kenaikan 5,56 persen, dan 10,74 persen dalam sepekan.

Solana yang bersandi SOL ikut turun sebesar 2,59 persen dalam sehari saja. Menambah catatan merah Solana dalam sepekan yang turun 10,72 persen.

Uang kripto dengan kapitalisasi terbesar kedua yakni Ethereum (ETH), merosot 1,42 persen dalam sehari. Kini, dihargai US$3,465 per keping. Ethereum memiliki kapitaliasi pasar sebesar US$407 miliar. Selanjutnya, Cardano (ADA) mencatatkan pelemahan 0,26 persen dalam sepekan dan 1,29 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,21 per keping.

Dikutip dari CNNIndonesia, Binance Coin (BNB) dan aset kripto keluaran Ripple XRP melemah masing-masing sebesar 0,69 persen dan 0,21 persen. Tercatat, Binance Coin dihargai US$410 dan XRP US$1,15.

Sementara itu, Bitcoin(BTC) berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,65 persen. Dalam sepekan, Bitcoin juga mampu naik hingga 15,89 persen menjadi US$55,420. Kenaikan tipis diikuti oleh Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,04 persen ke US$1 per keping.

Sebagai informasi, di Indonesia, uang kripto masih dilarang sebagai alat bayar. Namun, kripto menjadi komoditas bursa berjangka, sehingga tak masalah selama digunakan sebagai investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku pasar.

Saat ini, aset kripto diregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.