Erwan Wahyudi dan sang istri Suyati menahan haru ketika bertemu anak ketiganya, Hadifa Pramana Putra yang tengah mengikuti pendidikan militer Komponen Cadangan (Komcad) TNI AD di Resimen Induk Kodam Jaya atau Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur, akhir Agustus lalu.

Hadifa lulusan STM Taman Siswa Kemayoran, jurusan mesin itu lolos rekrutmen Komcad tahap I pada Koramil jajaran Kodim 0505/JT.

''Untuk lolos Komcad TNI AD tak hanya dibutuhkan kesiapan fisik dan mental, tapi juga perjuangan dan motivasi. Itu yang membuat saya dan istri terharu. Tidak menyangka, Hadifa bisa melalui pendidikan dengan baik,'' ujar Erwan kepada bizlaw.id, Jumat (8/10).

Erwan yang berprofesi sebagai tenaga IT Support itu menceritakan, tidak mengeluarkan uang satu rupiah ketika Hadifa izin untuk mendaftar Komcad TNI AD.

''Anak saya tahu ada pendaftaran Komcad TNI AD dari info WhatsApp Komunitas The Jak (Jak Mania). Awalnya, hanya menemani temannya untuk mendaftar di Koramil Jakarta Utara, kemudian malah tertarik untuk ikut mendaftar,'' jelas Erwan.

Saat itu, Erwan hanya mengingatkan kepada Hadifa, menjadi anggota Komcad tidak cukup hanya berbekal motivasi, tapi butuh kesiapan fisik dan mental. Sebab, setelah mendaftar dan lulus seleksi yang ketat dari TNI AD akan mendapatkan pelatihan militer dasar selama 3 bulan di pusat-pusat pelatihan militer milik TNI AD.

''Memang dari kecil sudah bercita-cita menjadi tentara. Alhamdullilah, anak saya bisa menjalani pendidikan militer di Rindam Jaya dengan baik,'' ungkapnya.

Kini, Erwan mengatakan, lega Hadifa termasuk dalam 3.103 anggota Komcad yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo, Kamis (7/10). Saat ini, masih menjalani pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. 

''Selama menjalani pendidikan, saya melihat anak saya lebih disiplin, tanggung jawab, dan memiliki masa depan yang jelas. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Menhan Prabowo Subianto yang membuka kesempatan anak saya mengikuti Komcad menjadi bagian dari bela negara,'' beber Erwan.

Pertahanan Rakyat Semesta

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai penggagas Komcad memaparkan konsep pertahanan dan keamanan yang didasarkan pada pertahanan rakyat semesta. Konsep tersebut telah menjadi doktrin pertahanan yang dianut oleh Bangsa Indonesia selama ini. 

Pertahanan negara semestinya memang tidak hanya diperkuat oleh TNI sebagai komponen utama. Untuk itu, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu menilai, perlu dibangun komponen cadangan yang berasal dari segala sektor. Dengan demikian, setiap warga negara berhak dan wajib mengikuti program Bela Negara.