Presiden Joko Widodo mendadak memanggil Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Istana pada Rabu (6/10). Pemanggilan ini membuat rapat Tito dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang seharusnya digelar hari ini terpaksa dibatalkan. 

Mendagri seharusnya menghadiri rapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas jadwal Pemilihan Umum 2024. Namun mantan Kapolri tersebut tak hadir karena harus hadir dalam rapat internal Kabinet.

“Mendagri mengirimkan surat ke Pimpinan Komisi II DPR meminta rapat ditunda," kata Wakil Ketua Komisi II Junimart Girsang, Rabu (6/10) dikutip dari Antara.

Padahal dewan akan memasuki reses pada 8 Oktober hingga 7 November 2021. Oleh sebab itu mereka menjadwalkan ulang rapat Pemilu 2024 ini usai jeda reses.

Pemerintah dan DPR menemui jalan buntu dalam pembahasan jadwal Pemilu. KPU mengusulkan pencoblosan dilakukan pada 21 Februari 2024, sedangkan Pemerintah justru mengajukan usulan pada 24 Februari 2024. Dari dua kali rapat kerja antara Komisi II DPR, KPU, dan Kementerian Dalam Negeri sebelumnya, sampai saat ini masih belum ada keputusan final terkait jadwal pemilu.

Pemanggilan dilakukan di tengah kabar reshuffle posisi perombakan Menteri terkait pemilihan calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Selain mengganti Panglima TNI yang akan memasuki masa pensiun pada 8 November,  jabatan menteri juga akan dirotasi.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono pun menyatakan pemanggilan Tito terkait dengan rapat internal kabinet. "Itu rapat terbatas," kata dia. Heru pun menyatakan, belum ada rencana reshuffle dalam waktu dekat. Belum ada rencana," kata dia.

Desas desus perombakan kabinet atau reshuffle semakin kencang terdengar. Terkini, santer diberitakan reshuffle juga akan disertai rotasi jabatan. Yakni, Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri akan bertukar posisi dengan Tjahjo Kumolo sebagai Menpan RB.