Polemik pembongkaran diorama yang menggambarkan suasana pada 1 Oktober 1965 di Museum Dharma Bhakti Kostrad bisa berkembang menjadi isu liar jika dibiarkan berlarut. 

Kemunculan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sangat dibutuhkan untuk memberi penjelasan kepada masyarakat agar isu ini tidak semakin panas.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam mengatakan, Prabowo harus memberikan penjelasan ke publik, karena hal ini masih dalam lingkup kewenangannya sebagai Menhan.

"Publik membutuhkan penjelasan mengenai polemik hilangnya tiga patung tokoh TNI pada diorama di Museum Kostrad," ujar Saiful Anam, Jumat (01/10/2021).

Saiful Anam melanjutkan, jika Prabowo diam, maka publik akan mempertanyakan keberadaan Menhan karena tidak dapat memberikan penjelasan terkait hilangnya diorama di Museum Kostrad tersebut.

"Saya kira munculnya Prabowo menjadi hal yang sangat penting sekaligus untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap hal-hal yang menjadi isu publik, dan kebetulan isu tersebut masih dalam ruang lingkup kewenangannya," terang Saiful Anam.

Jika Prabowo tidak kunjung muncul dan memberikan penjelasan, polemik dibongkarnya tiga patung tokoh TNI dalam diorama di Museum Kostrad tersebut bisa berkembang menjadi isu liar.

"Polemik hilangnya tiga patung tokoh TNI pada diorama di Museum Kostrad tersebut tentu (bisa) menjadi isu liar kalau Menhan tidak melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjutinya," katanya.

Jika tidak bisa membuat publik yakin tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi, kata Saiful Anam, maka hilangnya tiga patung TNI pada diorama di Museum Kostrad tidak bisa membuat publik tercerahkan dan terus akan menjadi polemik.