Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap, Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) naik drastis selama pandemo Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Kenaikkan tersebut bahkan mencapai puluhan miliar yang membuat masyarakat tercengang.

Betapa tidak, ada sejumlah menteri yang memiliki harta kekayaan fantastis selama menjadi menteri, meski baru satu tahun menjabat, sementara bisnisnya pun tak memungkinkan penambahan harta demikian besar.

Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, meningkatnya harta kekayaan pejabat negara bisa dari banyak faktor. Salah satunya dari bisnis sampingan mereka yang bisa menjadi pemicu meningkatkan harta kekayaan mereka.

"Jadi itu harus dipelajari, jadi jangan cepat curiga. Kalau bagi saya, ya memang mengejutkan. Tetapi nilai kekayaan orang itu banyak sebabnya. Kalau seandainya dia pegang saham, misalkan saham-saham tertentu naik, kalau naik apa sebabnya kalau turun kan tidak ada yang turun,” ucap Anwar Abbas, Senin (14/09/2021).

Lebih jauh Anwar Abbas meminta agar pemerintah membentuk tim yang netral untuk melakukan pemeriksaan secara detail dari mana sumber harta kekayaan pemerintah.

Sampai saat ini, masyarakat menilai seperti tidak masuk akal di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 ini, harta kekayaan pejabat negara malah meningkat tajam.

"Jadi kalau bagi saya supaya tidak menjadi fitnah, harusnya ada satu tim mempelajari, mengklarifikasi, dan memverifikasi supaya ini tidak menjadi isu liar. Kalau ada yang naiknya seribu persen, ya mungkin ada sebab-sebabnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah paling bijak agar tidak berpolemik dan merusak citra pemerintah di mata masyarakat, harus membentuk tim khusus. Tujuannya, untuk memverifikasi harta kekayaan para pejabat agar tidak ada isu tersebut tidak berkembang liar.

"Supaya tidak menjadi bola liar dan supaya tidak menjadi isu yang negatif dan supaya tidak ada fitnah menurut saya harus ada tim yang menjelaskan kenapa? Kan juga bisa karena faktor lain penyalahgunaan jabatan kan juga bisa, ya,” katanya.

"Kenapa duitnya bertambah karena ada duit pemerintah yang dia korup. Tapi pertanyaannya betulkah? Itu kan perlu diselidiki tuh,” tutupnya.