Tim internal Polri telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Eko Indra Heri terkait kasus donasi fiktif Rp2 triliun keluarga almarhum Akidi Tio pada 26 Juli lalu.

Namun Mabes Polri, menolak memaparkan hasil pemeriksaan tersebut ke publik dengan dalih masalah internal.

"Tidak bisa kami sampaikan karena berkaitan dengan internal kepolisian," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, Rabu (11/08). 

Sebagaimana diketahui, buntut dari sumbangan fiktif Rp2 triliun itu, Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Pengawasan Umum dan Tim Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memeriksa Eko.

Argo mengatakan bahwa hasil pemeriksaan internal itu akan langsung diserahkan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo. "Iya nanti hasilnya dilaporkan ke Bapak Kapolri," kata Argo.

Sementara Kapolda Sumsel sendiri telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari insiden sumbangan fiktif tersebut. Ia mengakui bahwa insiden tersebut terjadi akibat dirinya tidak hati-hati.

"Kegaduhan yang terjadi ini dikarenakan kelemahan saya. Ini terjadi karena ke tidak hati-hatian saya. Saya atas nama pribadi dan selaku Kapolda mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Bapak Kapolri, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat. Terutama Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem," kata Eko pada 5 Agustus 202.