Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang juga koordinator PPKM Jawa Bali meminta kepada para pemimpin di Indonesia di bidang politik untuk tidak memberikan komentar terkait Covid-19 jika belum jelas. Pihaknya bersedia memberikan penjelasan, mengenai penanganan Covid-19 ini secara detail.

"Saya mohon pemimpin-pemimpin kita dalam bidang politik semua, tolong jangan komentar kalau komentar belum jelas, kami siap berikan berikan penjelasan detail," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Luhut mengatakan masalah Covid-19 ini bukan masalah pemerintah saja, namun juga masalah bagi semua pihak. Oleh karena itu dia meminta agar sama-sama kompak dalam penanganannnya.

"Saya harap kita semua satu kompak, untuk ini jangan pernah pikir karena dia ini bisa selesai, tapi karena kita rame-rame," jelasnya.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan secara jelas mengenai penanganan Covid-19. Ia menegaskan tidak ada satu negara pun yang sudah selesai menghadapi varian Covid-19 delta.

"Belum ada satu negara pun klaim mereka imun pada delta ini, AS pun meningkat dan ubah lagi strateginya," katanya.

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM level 4 untuk sebagian kabupaten/kota. Adapun perpanjangan PPKM Level 4 ini sampai 9 Agustus 2021.

"Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 Level 4 dari 3-9 Agustus di beberapa kabupaten/kota," ujar Jokowi, Senin (2/8/2021)

SBY Doakan Pemerintah

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdoa usai kedua anaknya kompak mengkritik pemerintah terkait pandemi COVID-19 yang tak kunjung pulih.

SBY berdoa melalui akun twitter-nya memohon kepada tuhan saat masyarakat Indonesia berikhtiar dimohon kemurahan harti-Nya.

"Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin. *SBY*," kicau SBY dalam doa-nya yang dikutip Isu Bogor dari di akun twitter @SBYudhoyono pada Kamis 29 Juli 2021.

Doa SBY itu diretweet oleh kedua anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

AHY hanya meretweet kicauan ayahnya. Sedangkan Ibas menambahkan komentar dari kicauan ayahnya itu.
"Amin Amin Yaa Rabb, *Al Fatihah. Semoga Tuhan YMK, Allah SWT menjawab semua doa-doa dan ikhtiar kita. Menjaga keluarga dan orang-orang yang kita sayangi dari segala macam musibah wabah corona serta cobaan kesulitan ekonomi.. #doakamiuntuknegeri #PDBerbuat #PDberdoa #PDBantuRakyat," tulis Ibas di akun twitter-nya @edhie_baskoro.

Sebelumnya, AHY dan Ibas kompak berkicau mengkritik pemerintah yang tak kunjung berhasil situasi akibat pandemi COVID-19.

"Prihatin, belum ada tanda-tanda penurunan kasus terkonfirmasi Pandemi Covid-19 di Indonesia. Mari kita tetap gotong royong & produktif bantu sesama. Jangan stress! Semoga imun kita tetap terjaga, alam & damai sehat sejahtera terus bersahabat dengan semua.." tulis Ibas.

Bahkan AHY sempat mempertanyakan kemampuan pemerintah saat ini menyelamatkan rakyatnya dari COVID-19.

"Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan dimana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari Covid?," tulis AHY.