Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengklaim dunia mengakui kehebatan' Vaksin Nusantara. Katanya, saat ini seluruh dunia tengah membicarakan vaksin ciptaanya. Teranyar sebuah penerbit jurnal ilmiah yang bermarkas di Amsterdam menermal Pubmed. 

Terawan mengatakan, jurnal tersebut berisi Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau Vaksin Nusantara. Dokter militer itu mengklaim dunia telah sepakat memiliki hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan Covid-19 adalah Dendritic Cell vaksin Immunotherapy atau Vaksin Nusantara. 

Hal tersebut diungkap oleh Terawan saat menghadiri acara webinar RSPAD Gatot Soebroto. Webinar ini bertajuk Perang Biologis Pandemi Covid-19: Lessons Learned and Efforts to Reinforce Health Security to Accelerate Covid-19. 

Pernyataan Terawan kemudian menjadi sebuah informasi bahwa Vaksin Nusantara telah disetujui oleh dunia. Melansir situs Covid-19.go.id, Jumat (23/7/2021), seperti dikutip Bisnis.com, hasil periksa fakta Fathia Islamiyatul Syahida dari Universitas Pendidikan Indonesia, klaim tersebut salah. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan kredibel terkait klaim tersebut.

Lebih lanjut, jurnal terkait Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dijadikan acuan pembuatan vaksin nusantara hanya berupa hipotesa yang dianggap memiliki efektivitas melawan SARS-Cov-2, bukan jurnal yang melaporkan hasil penelitian. 

Masih mengutip sumber yang sama, peneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, Ines Atmosukarto menjelaskan bahwa jurnal yang sudah dipublikasi bukan berarti valid sepenuhnya dan tidak bisa dijadikan alasan suatu jurnal terpublikasi sebagai validasi mutlak.

Dia juga menyatakan bahwa jurnal yang dijadikan acuan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin. 

Dilansir dari Klikdokter.com, Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan bahwa Dendrintic Cell Vaccine sendiri dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker. Sel ini memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun hal ini belum dapat dipastikan ampuh menangani Covid-19. 

Publikasi yang beredar saat ini hanya sebatas hipotesa kemungkinan. Dengan demikian klaim Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau Vaksin Nusantara disetujui dunia merupakan hoaks, dengan kategori konten yang menyesatkan.