Pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea merasa sangat kesal lataran biaya rumah duka dan krematorium meningkat berkali-kali lipat selama pandemi COVID-19.

Menurut penjelasan dari Hotman Paris, biaya kremasi jenazah COVID-19 mencapai Rp80 juta, sedangkan dulu biayanya hanya Rp7 juta.

Harga yang melesat tinggi dari sebelumnya selama pandemi ini, Hotman Paris lantas mempertanyakan kondisi tersebut ke rumah duka dan krematorium.

"Halo rumah duka dan krematorium, kenapa kau begitu tega menagih biaya yang sangat tinggi untuk korban-korban pandemi?" tanya Hotman Paris, dilansir dari Instagram @hotmanparisofficial.

Hotman Paris mengetahui kabar kurang menyenangkan tersebut dari salah satu warga yang mengadu kepadanya.

"Ada warga ngadu ke saya, untuk biaya peti jenazah Rp25 juta, transport Rp7,5 juta, kremasi Rp45juta, lain-lain Rp2,5 juta. Maka keluarga si korban harus membayar Rp80 juta untuk kremasi," kata Hotman Paris.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Hotman Paris meminta Kapolri segera turun tangan dan mengerahkan anak buahnya mengusut permasalahan ini.

"Bapak Kapolri turunkan anak buahmu, tindak pengusaha rumah duka dengan biaya kremasi yang sangat gede, UU Perlindungan Konsumen," tambahnya.

Selain Kapolri, Hotman Paris juga meminta gubernur dan wakil walikota untuk mencabut izin rumah duka dan krematorium yang mematok biaya tinggi saat ini.

"Juga kepada para gubernur dan wali kota, cabut izinnya rumah duka dan krematorium, cabut izinnya! Harus tegas! Kasihan warga sudah kematian masih menangis-nangis harus membayar," pungkas Hotman Paris.