Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengatakan dirinya telah dinyatakan positif COVID-19 dan harus isolasi mandiri selama 10 hari, terhitung mulai Sabtu (17/7) kemarin.

Javid menekankan ia telah menerima kedua dosis vaksin Covid dan gejalanya "sangat ringan". Ia mengatakan setiap anggota masyarakat yang merasakan gejala harus mendapatkan tes juga.

"Jika semua orang memainkan peran mereka, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri dan orang yang Anda cintai, tetapi Anda juga menjaga NHS (Layanan Kesehatan Nasional) dan membantu melestarikan cara hidup kita," kata Javid seperti dilaporkan AFP.

Munira Wilson, juru bicara kesehatan untuk oposisi Demokrat Liberal, mengatakan positifnya Javid "menunjukkan tidak ada yang aman dari virus mematikan ini".

"Kami mendesak pemerintah untuk memikirkan kembali rencananya yang sembrono untuk hari Senin", katanya.

"Dengan melonggarkan semua pembatasan dengan kasus melonjak, mereka bereksperimen dengan kehidupan orang-orang."

Sementara itu NHS Inggris menyebut bahwa setiap kontak dekat Javid harus melaksanakan tes COVID-19 segera.

Sehari sebelum dinyatakan positif COVID-19, Javid mengadakan pertemuan panjang bersama Perdana Menteri, Boris Johnson. Namun sejauh ini Downing Street tidak mengkonfirmasi apakah perdana menteri atau anggota kabinet lain turut melakukan isolasi.

Diketahui, tahun lalu, Johnson sendiri sempat mengalami masa kritis ketika terpapar COVID-19.

"Saya tidak melihat bagaimana separuh kabinet tidak berakhir dalam isolasi pada akhir minggu," kata satu sumber pemerintah kepada The Telegraph.

Hingga saat ini, Inggris telah mencatatkan 5,33 juta kasus COVID-19 yang diiringi 129 ribu kematian akibat COVID-19 sejak virus ini melanda.