Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tampaknya bisa menjadi ruang yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. 

Hal tersebut diungkap oleh Pakar Politik dan Hukum dari Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam di Jakarta, Minggu (04/07/2021).

"Saya kira dengan adanya PPKM Darurat maka tentu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi gubernur yang silent dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," ujar Saiful Anam.

Menurut Saiful Anam, Anies merupakan sosok kepala daerah yang dikenal tidak 'banci kamera' dan bekerja secara senyap dengan hasil kerjanya yang nyata.

Atas dasar itu, Saiful Anam yakin Presiden Jokowi mulai sadar dengan kerja-kerja Anies Baswedan dalam memutus rantai sebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

"Apalagi kita lihat bersama Jokowi mulai dekat dengan Anies. Jokowi, saya yakin, mulai sadar akan kerja-kerja Anies," kata Saiful Anam.

Kedekatan itu, katanya, juga bisa membuka peluang bagi Jokowi untuk lebih condong ke Anies di Pilpres 2024 mendatang ketimbang calon-calon lainnya. Menurutnya, hubungan Anies dan Jokowi di Pilpres 2014 masih terjalin baik hingga saat ini.

“Saya kira kedekatan Jokowi dengan Anies masih sangat erat. Seperti kita tau dalam Pilpres 2009 yang lalu Jokowi sangat dekat dengan Anies, meskipun Jokowi terpaksa melakukan reshuffle Anies selaku Mendikbud pada waktu itu atas desakan parpol,” urainya.

Saiful Anam yakin dengan adanya PPKM Darurat tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Anies. Karena jika berhasil, mata publik akan tertuju pada kerja-kerja nyata Anies.

"Untuk itu, dengan adanya PPKM Darurat maka sebenarnya Jokowi sedang ingin memberikan ruang kepada Anies untuk dapat membuktikan bahwa Anies layak sebagai capres 2024 mendatang," pungkas Saiful Anam.