Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan ada risiko berat yang bakal menimpa Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Apa itu?

Risiko Prabowo jika maju jadi Capres 2024 yaitu pendukung Prabowo di Pilpres 2019. Fans 08 akan melawan balik lantaran merasa dikhianati usai Prabowo bergabung ke pemerintahan Jokowi.

“Ada kemungkinan resistensi Prabowo di segmen pemilih yang awalnya mendukung Prabowo 2019 mereka yang kita bisa bilang sebagai kelompok anti Jokowi di 2019 akhirnya bisa melawan balik ke Prabowo atau resistensi ke Prabowo karena merasa dikhianati Prabowo karena bergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini. Jadi ini resistensi secara politik," katanya dalam survei 3 king/queen maker Pilpres 2024 dan komplikasinya, dikutip Minggu (20/6).

Kemudian, komplikasi Prabowo berikutnya adalah aura kekalahannya sendiri. Dia bilang, Prabowo sudah tiga kali kalah maju jadi capres maupun cawapres di 2009, 2014 dan 2019.

"Sehingga dalam percakapan publik kita sering dengar lu lagi lu lagi, Prabowo lagi Prabowo lagi, jadi memang memunculkan satu pesimisme satu hal secara psikologis yang sulit untuk dibantah oleh Prabowo karena aura kekalahannya yang dilihat oleh publik selama 3 kali jadi Capres maupun cawapres," tuturnya dikutip Merdeka.com.

Selain itu, risiko Prabowo ialah kasus korupsi yang menjerat kader Gerindra sekaligus eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia bilang, citra Prabowo akan buruk jika maju capres 2024.

"Masalah kasus korupsi yang juga melibatkan menteri di pemerintahan Jokowi saat ini menteri KKP yang berasal dari partai Gerindra, publik juga mengenal beliau tokoh yang cukup dekat dengan Prabowo sehingga ini juga bisa mempengaruhi imagenya dalam pertarungan capres berikutnya," pungkasnya.