Dr. Christiany Eugenia Paruntu, S.E., M.A., (CEP) masih jadi pilihan utama Partai Golkar untuk mengincar kursi Sulut 1 di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Pertimbangannya, wanita yang akrab disapa Tetty Paruntu ini masih berpeluang besar dalam kontestasi tersebut.

"Ibu CEP Ketua DPD I Golkar Sulut tentu berpeluang besar mengikuti kontestasi berikutnya lagi," ujar Ferryando Lamaluta, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (03/06/2021).

CEP merupakan kontestan di Pemilihan Bupati (Pilgub) 2020, namun belum berhasil memenangi kontestasi tersebut. Di antara para kader Golkar, CEP masih yang paling menonjol dan diyakini mampu bersaing untuk berebut tiket Pilgub 2024 nanti.

Salah seorang pesaingnya adalah Jerry Sambuaga, pentolan DPP Partai Golkar yang saat ini menjabat Wakil Menteri Perdagangan. Jerry Sambuaga adalah 'kuda hitam' yang akan menjadi pesaing terdekat CEP. Jerry Sambuaga merupakan mantan Anggota DPR RI dari Dapil Sulut. Ia punya massa pendukung, perolehan suaranya terus meningkat dari Pemilu 2014 kemudian 2019, meski ia belum bisa memenangi kursi di Senayan.

Posisi CEP sebagai ‘jagoan’ Partai Golongan Karya (Golkar) di Pilkada Sulut tampaknya pasti terlaksana. Hal itu diperkuat dengan turunnya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sejumlah penugasan pun diberikan kepada CEP yang saat ini sibuk dengan tugasnya sebagai Bupati Minahasa Selatan (Minsel) ini.

Beberapa tugas tersebut antara lain, mencari koalisi atau pasangannya yang kemudian akan dilakukan survei terakhir. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Raski Mokodompit. 

Dia mengatakan, DPP Golkar sudah mengeluarkan SK untuk seluruh daerah pelaksana pilkada di Sulut. Begitu pula, kata dia, dengan pemilihan di tingkat provinsi. Hanya saja, baru sebagai surat penugasan sementara. Mereka diberikan mandat salah satunya mencari pasangan, koalisi atau penambahan kursi.

"Jadi baru surat penugasan sementara dari DPP untuk menambah tambahan kursi bagi yang masih kurang di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) terus menambah koalisi atau kerja sama politik dengan partai lain. Sekaligus mencari pasangan. Jadi ini baru penetapan sementara," terang Raski.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut yang digadang-gadang menjadi Sekretaris DPD I Partai Golkar ini menjelaskan, nantinya apabila sudah diketahui pasangan mereka akan disurvei lagi. 

"Pas pasangannya nanti sudah ada akan disurvei lagi. Yang pasti itu sudah penugasan sementara. Kita akan lihat nanti," jelas Anggota Komisi III DPRD Sulut ini.

Wakil rakyat daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini berharap, penugasan DPP yang salah satunya mencari penambahan kursi atau pasangan dapat terpenuhi. 

"Mereka perlu menambah kursi karena masih kekurangan seperti di Manado, Imba harus mencari koalisi. Begitu juga di provinsi Ibu CEP harus menambah kursi," tutur Mokodompit.

Semua daerah telah dikeluarkan penugasan oleh DPP, di antaranya Minahasa Utara (Minut), Bitung, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolmong Selatan (Bolsel), Manado, Tomohon,  Minahasa Selatan (Minsel) dan tingkat provinsi. Namun, ada daerah yang lebih dari satu nama diberikan penugasan DPP. "Seperti Tomohon ada tiga orang. Kalau Minsel, MEP (Michaela Elsiana Paruntu) tinggal dicari pasangannya. Kalau Minsel sudah dibilang 50 persen sudah di dalam (usungan partai, red) tinggal cari pasangan. Entah internal atau luar (partai Golkar, red) pasti akan disurvei," ungkapnya.

Menurutnya, daerah di mana Golkar memiliki suara signifikan bisa mencari pasangan di internal namun boleh pula menambah koalisi dengan figur dari luar partai. 

"Kalau Tomohon ada tiga nama, nantinya bila masing-masing itu sudah mencari pasangannya tetap akan disurvei lagi," kuncinya.

Teranyar, dari 7 kabupaten dan kota penyelenggara pilkada di Sulut, ada 4 nama yang mendapatkan SK rekomendasi sebagai bakal calon bupati tunggal. Adalah Michaela Elsiana Paruntu (MEP) di Minsel, Jimmy Rimba Rogi di Manado, Denny Wowiling di Minahasa Utara (Minut) dan Pricilla Cindy Wurangian di Bitung. Berbeda dengan tiga daerah penyelenggara lainnya seperti Tomohon. SK diserahkan kepada tiga nama yakni Syerly Adelyn Sompotan, Jilly Gabriella Eman dan Milky Junita Linda Wenur. Untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kepada Sam Sachrul Mamonto dan Suhendro Baroma. Terakhir, untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kepada Hadisiswono Dario Gobel dan Riston Mokoagow.

Selain itu, SK rekomendasi dari DPP Golkar juga diserahkan kepada Christiany Eugenia Paruntu sebagai Bakal Calon Gubernur Sulut periode 2021-2026.

Tetty Paruntu lahir di Manado, 25 September 1967. Saat ini dia menjabat Bupati Minsel untuk periode 2010-2015. Tetty Paruntu merupakan satu dari sedikit pemimpin daerah wanita di wilayah Republik Indonesia. Bersama wakil bupati Sonny Tandaju, ia dilantik sebagai bupati pada 14 Desember 2010 oleh Gubernur Sulawesi Utara S.H. Sarundajang.

Tetty Paruntu merupakan anak dari mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Paruntu dan politikus Jenny Y. Tumbuan. Tetty menyelesaikan pendidikan di SD Budi Mulia Bogor, SMP Budi Mulia Bogor, Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington – Notingham, Inggris. 

Setelah itu dia melanjutkan di Pitman College pada jurusan Manajemen Bisnis. Di samping itu, Tetty Paruntu juga tercatat pernah menempuh pendidikan formal pada West London College, mengambil jurusan Sistem Informasi Managemen. Pada 1990, Tetty Paruntu, bersama keluarganya, kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan formal di Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Mayagita – LPI.

Tetty Paruntu berkecimpung dalam tiga bidang karier sekaligus yaitu pengusaha, politisi dan pekerja sosial. Pada saat yang hampir bersamaan, karier politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai Golongan Karya. 

Sejak berkiprah dalam partai, Tetty Paruntu menjabat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar dan merangkap Wakil Bendahara I Partai Golkar Sulawesi Utara. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, kiprah Tetty Paruntu tercatat aktif dalam beberapa organisasi masyarakat antara lain Eugenia Ministry, Lions Club Jakarta, KNPI Jakarta Selatan.

Tahun 2019 lalu, Tetty Paruntu sempat mengejutkan publik karena kehadirannya di Istana Negara. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa dirinya akan masuk ke jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun ternyata hal itu urung terlaksana, karena Jokowi memiliki pertimbangan sendiri yang pada akhirnya tidak memilih Tetty Paruntu masuk jajaran kabinetnya.