Dalam acara Dialog Kadin dan Shopee Indonesia yang diselenggarakan secara online, Jakarta, Senin (14/6/2021), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan harapannya. "Ke depan, UMKM Indonesia jangan hanya berkutat di krupuk, kripik dan dodol. Sudah mulai menyentuh sektor hilir agar bisa naik kelas," papar Lutfi.

Kalau itu bisa terwujud, kata dia, memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian nasional. Di mana, ketergantungan akan produk ipor bisa semakin turun. "Dengan program hilirisasi industri yang saat ini gencar dilakukan, kita bisa kontrol ketergantungan akan produk impor," tutur mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) ini.

Selanjutnya, Lutfi membeberkan adanya penurunan impor produk China yang merupakan berkah dari pesatnya hilirisasi di tanah air. "Biasanya Indonesia impor senilai US$15 miliar. Tahun lalu bisa ditekan menjadi US$10,5 miliar. Sekitar 65 persennya dari China. Ke depan, kalau hilirisasi berjalan maka impor kita bisa semakin terkendali," ungkapnya.

Terkait pesatnya perdagangan digital (e-commerce), Lutfi menyebut, efektif dalam mendorong majunya UMKM di tanah air. Melalui marketplace, konsumen bisa bertransaksi langsung dengan produsen. Hal ini membuat semuanya serba mudah, cepat dan efisien. "Tinggal bagaimana UMKM memanfaatkan peluang ini. Tentu saja, produk harus berkualitas dan harganya kompetitif," ungkapnya.

Sementara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memaarkan adanya pertumbuhan sektor UMKM yang cukup signifikan. "Saat ini, perizinan sektor UMKM tak kurang dari 120 ribu per hari. Artinya apa, bisnis UMKM ini tumbuh pesat di tanah air. Namun demikia perlu terus kita dorong lebih besar dan kuat lagi," tuturnya.

Terkait wirausaha UMKM, Menteri Bahlil setuju untuk terus ditumbuh kembangkan. Idealnya, jumlah pengusaha di Indonesia bisa tumbuh hingga dua digit dari total penduduk. "Kalau saat ini masih sekitar 3,5 persen dari total penduduk. Kita ingin seperti negera lain, bisa lebih banyak lagi rakyat Indonesia yang menjadi pengusaha," ungkap Bahlil.

Terkait hilirasi industri, Menteri Bahlil menyebut komitmen pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan Indonesia sebagai pusat industri baterai listrik dunia, tidak main-main. Di mana, peluang UMKM berperan dalam sektor ini, terbuka lebar. "Ada aturan yang menyebutkan bahwa UMKM diberi peluang untuk masuk dalam mata rantai industri baterai listrik di tanah air," bebernya.