Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan, pihaknya sejak awal sudah menerapkan tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap calon anggota Korps Bhayangkara.

"Polisi sudah sejak awal masuk tes pun sudah dari daerah tentang bagaimana wawasan kebangsaan. Itu sudah dites polisi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, Jumat (11/06).

Hal tersebut diungkapkan Argo, saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolda Jatim, Surabaya. Ia mersepons usul anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman.

Politikus dari Fraksi Demokrat itu sebelumnya mengusulkan agar Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), hingga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar TWK seperti KPK.

Dalam setiap tugasnya, kata Argo, anggota Polri juga memedomani undang-undang kepolisian yang mencakup tentang pelayanan, perlindungan masyarakat, hingga kehidupan kebangsaan.

"Tugas polisi pun ada dalam undang-undang kepolisian, ada pelayanan, perlindungan, pengayoman masyarakat itu juga kami tetap kebangsaan kami lakukan setiap saat," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Benny mengusulkan TWK digelar di Polri, Kejagung, serta Kemenkumham tapi bukan untuk memecat orang tertentu.

"Tentu maksudnya bukan untuk memecat, atau memberhentikan yang tidak suka dengan kita, tapi benar-benar dalam rangka menjalankan fungsi secara profesional. Supaya ada militansi," ujarnya.

Merespons usulan tersebut, Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono menyatakan TWK sebenarnya sudah diselenggarakan saat seseorang mengikuti tes masuk Korps Bhayangkara.

"Kemudian juga tadi tentang bagaimana tes wawasan kebangsaan. Sebenarnya setiap anggota Polri masuk itu sudah ada tes ini semua, Pak," kata Gatot.