PT PLN (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero) mewujudkan langkah konkret sinergi BUMN untuk membangun negeri dalam mengembangkan PLTA Poigar-2 yang memiliki kapasitas 2x15,0 MW.

"Sinergi ini merupakan langkah konkret BUMN dalam upaya mendorong peningkatan ketahanan energi nasional yaitu dengan memastikan penyerapan energi dalam negeri," ujar Deputi Bidang Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Kementerian BUMN, Carlo B. Tewu di lokasi PLTA Poigar-2 di Danau Iloloi, Desa Mokobang, Modoinding, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (10/6). 

Carlo menjelaskan, PLTA Poigar-2 adalah contoh nyata pemanfaatan potensi energi terbarukan yang tersedia di alam. PLTA ini memanfaatkan aliran Sungai Polar untuk menggerakan turbin yang pada akhirnya menghasilkan tenaga listrik untuk dipasok ke jaringan PLN. 

"Oleh karena itu PLTA Poigar-2 adalah pembangkit yang bersifat ramah lingkungan dan sustainable. Pemanfaatan sumber energi terbaru ini sejalan dengan target bauran energi nasional, dimana pemerintah menargetkan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Carlo menambahkan, PLTA Polar-2 memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan warga kabupaten Minahasa Selatan.

"Meningkatkan keandalan pasokan energi listrik. Stimulus pertumbuhan perekonomian daerah, penyerapan tenaga lokal, peningkatan pendapatan daerah dan CSR (Corporate social Responsibility)," pungkasnya.

PLTA Poigar 2 memiliki kapasitas 2x15,0 MW dikembangkan melalui sinergi BUMN antara PLN dengan Brantas Abipraya. Brantas Adipraya adalah BUMN Konstruksi yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.

Pengembangan PLTA Poigar 2 akan dilakukan dengan pola IPP-PPA (Independen Power Producer - Power Producer Agreement) dimana PT PLN melalui anak perusahaan PT Indonesia Power bekerja sama dengan PT Brantas Abipraya melalui anak perusahaan PT Brantas Energi membentuk PT Minahasa Brantas Energi yang nantinya akan mengelola PLTA Poigar-2.

PLTA Poigar-2 ini lokasinya memanjang, dimana intakenya berada di Danau Iloloi, Desa Mokobang, Kec Modoinding dan power housenya di Desa Temboan Kec Maesaab Kab Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Listrik yang dihasilkan PLTA Poigar-2 akan terhubung ke SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150 kV Lopana-Otam yang terletak di Desa Mokobang.

PLTA Poigar-2 di samping bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit penompang beban dasar (base load) yang beroperasi 24 jam, juga bisa digunakan sebagai pembangkit penopang beban puncak (peak load) dari jam 17.00 s/d 22.00 apabila PLTU-PLTU batubara yang baru-baru ini dibangun di wilayah Sulawesi Utara beroperasi di beban dasar.