Nama Sandiaga Uno menjadi politikus kedua yang terkuat di Partai Gerindra sebagai calon presiden. Namun, Menparekraf itu diminta sadar diri karena Gerindra dipastikan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Sosok Sandiaga masuk menjadi nama teratas sebagai calon presiden dari kalangan menteri versi lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).

Bagaimana respons elite Gerindra terkait elektabilitas Sandiaga? Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, survei bersifat fluktuatif. Bisa di atas, bisa di bawah.

"Oleh karena itu apa yang ditanyakan soal pak Sandi itu ya kita akan lihat nanti lah," katanya, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/6).

Ditanya usulan Sandiaga maju di Pilpres 2024, Dasco bilang hingga saat ini Gerindra belum bicara pencapresan.

"Ya kita di Gerindra belum pernah ngomongin Pilpres. Sampai sekarang. Biasanya injury time kita baru tentuin. Ini kita lagi konsolidasi partai dulu," ujar Dasco.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, untuk saat ini suara akar rumput Gerindra meminta Prabowo kembali maju sebagai calon presiden di 2024.

"Ya kalau dari akar rumput ya banyak lah nyebut pak Prabowo, tapi kan belum kita putusin," kata Dasco.

Sebelumnya, Arus Survei Indonesia (ASI) merilis survei elektabilitas calon presiden 2024. Salah satu yang disurvei berasal dari klaster menteri yang dianggap layak maju di Pilpres.

Hasil survei menunjukkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi dua sosok menteri paling populer untuk berpeluang menjadi Capres.

Dalam urutan dua besar, nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menempati posisi pertama dengan presentase 13,5 persen.

Sementara Erick Thohir dengan mendapatkan suara 11,9 persen. Urutan ketiga ada nama Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dengan 10,9 persen. Di bawah Nadiem, ada nama Menteri Sosial Tri Rismaharani dengan 10,3 persen suara.

Kandidat lainnya dari Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Moh. Mahfud MD 9,2 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani 6,8 persen, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 6,0 persen, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 4,7 persen, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, A. Halim Iskandar 4,7 persen dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate 3,4 persen.

ASI menggelar survei pada 1-7 Mei 2024 melalui wawancara kontak telepon. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan responden 1000 orang.

Margin of error survei kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Kasus Ganjar 

Sandiaga harus berkaca dengan kasus konflik Ganjar dengan Puan Maharani. Gubernur Jawa Tengah itu dinilai terlalu ambisius untuk maju di Pilpres 2024 tanpa restu dari partai.

Padahal, untuk diketahui PDIP sendiri telah menyiapkan 'anak emas' PDIP yaitu Puan Maharani untuk maju dalam kontestasi lima tahunnya.