Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama melontarkan pertayaan kritis. Utang negara sudah mencapai Rp 6.000 triliun lebih, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) keukeuh pindah ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan. "Utang kita sudah mencapai Rp 6.400 triliun lebih, bahkan utang BUMN kita sudah pada angka 52,8 miliar dolar AS," ujarnya dalam webinar, Rabu (9/6/2021).  

Menurut Suryadi, kondisi ekonomi yang sedang pemerintah hadapi sekarang ini belum sepenuhnya pulih dari akibat pandemi Covid-19. "Pemerintah, DPR, juga para pengamat ekonomi, dan para pakar ekonomi sepakat saat ini ekonomi belum pulih. Tidak saja karena faktor pandemi, bahkan sebelum pandemi juga tanda-tanda ekonomi kita melambat itu sudah kelihatan," katanya.   

Karena itu, pemerintah dinilai salah alamat jika solusi atas beban utang dan ekonomi belum pulih adalah dengan memindahkan Ibu Kota. "Adanya pemindahan Ibu Kota diharapkan dapat menyelesaikan ini. Namun, asumsi kita dengan berbagai kajian, justru pemindahan Ibu Kota bukan solusi atas masalah ekonomi, bisa jadi beban, butuh lebih Rp 480 triliun lebih," pungkas Suryadi.

Pagu indikatif Kementerian PPN/Bappenas diusulkan Rp 1,375 triliun pada 2022. Anggaran tersebut memuat rencana pemindahan ibu kota negara (IKN).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, jika dibagi jenis barang, sebanyak Rp 392,95 miliar atau sekitar 28,6% merupakan belanja pegawai. Belanja pegawai ini meliputi gaji pegawai dan tunjangan kinerja. Kemudian, sebanyak 930,16 miliar atau sebesar 67,6% untuk belanja barang. "Belanja barangnya 67,6%," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI, Rabu (9/6/2021).

Dalam paparannya, belanja barang ini difokuskan untuk melaksanakan kegiatan prioritas antara lain, penyusunan RKP 2023, background study RPJPN 2025-2045, koordinasi pelaksanaan rencana pemindahan ibu kota negara, kajian/model dalam rangka penyusunan rekomendasi, hingga satu data Indonesia.

Kemudian, untuk belanja modal sebesar Rp 52,78 miliar atau sekitar 3,8%. "Memang kementerian seperti Bappenas heavy nya adalah di belanja barang karena kegiatan-kegiatan yang memang perlu dibiayai," katanya.