Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap sulit untuk menerima kerja sama bisnis dengan pihak swasta. Fakta itu dialami dan diceritakan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Bahlil menjelaskan bahwa, aturan perizinan berusaha terdapat di dua domain, yakni pemerintah dan di luar pemerintah, termasuk BUMN.

Sementara untuk melakukan kerja sama dengan BUMN, kata Bahlil sulit bagi para pengusaha swasta untuk bisa ikut andil di dalam proyeknya.

Dia menceritakan banyak pengusaha swasta yang meminta untuk difasilitasi agar bisa terlibat dalam proyek BUMN, misalnya saja menjadi penyuplai batubara untuk pembangkit listrik (power plant) PLN.

Kendati demikian, persyaratan untuk bisa bekerja sama dengan BUMN memberatkan pihak pengusaha.

"Ini contoh, mereka yang mau membangun power plant, tapi listriknya diterima (dibeli) oleh PLN. PPA (Power Purchase Agreement/perjanjian jual beli tenaga listrik) atau konsesi, pemerintah nggak bisa masuk di situ," cerita Bahlil di hadapan Komisi VI DPR, Selasa (8/6/2021).

"Nah, rata-rata dulunya katakanlah disuruh bikin power plant, disuruh beli batubara, izinnya semua sudah oke, (tapi) deal bisnisnya nggak jalan. Ini yang paling banyak. Dan itu termasuk saya sendiri juga dulu begitu," ujarnya lagi.

Bahlil menceritakan saat menjadi pengusaha, dan ingin menggarap pembangkit listrik berkapasitas 20 megawatt. Tapi persyaratan yang harus dipenuhi memberatkan dirinya.

"Agar kita orang daerah punya power plant disuruh kerja sama sama anak perusahaannya, sahamnya 51% tanpa equity. Saya bilang ini kerja bagaimana ini? Itu contoh saja," jelasnya.

"Tapi nggak apa-apa, mau dibesarkan juga nggak apa-apa, orang itu faktanya kok. Kita kan nggak boleh lagi ada dusta di antara kita," katanya.

Sebelumnya, dilansir CNBC Indonesia  Menteri BUMN Erick Thohir juga telah menginstruksikan kepada semua jajaran BUMN, agar tidak menjadi 'menara gading', artinya harus bisa menerima semua lini bisnis di tanah air, baik itu swasta dan UMKM sekalipun.

"Mestinya tidak sulit kita bantu mereka. Buktikan kita ini korporasi yang baik tapi kita punya social value yang baik dan pada saat ini banyak yang butuh," kata Erick dalam akun instagram resminya.

"Itu yang saya challenge juga BUMN jangan kita terdikotomi jadi menara gading yang justru merusak ekosistem. Karena tadi saya lebih semangat lagi supaya bantu Indonesia yang sedang susah, bantu UMKM yang sedang susah dan ini bukan lip service, ini kerjaan konkret," kata Erick.