Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak mengurusi polemik antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani rebutan tiket Pilpres 2024. Ini alasannya?

Tak hanya itu, Komarudin mengaku tidak tahu soal pemanggilan Bambang Wuryanto, Hasto Kristiyanto dan Puan Maharani oleh Megawati di Teuku Umar. Hanya saja, dia yakin Megawati tidak mengurus polemik yang dimulai oleh pernyataan Bambang 'Pacul' itu.

"Ah saya tidak tahu itu saya kira ibu tidak memanggil urusan begitu, itu urusan kecil bagi Megawati," katanya di Gedung DPR, Selasa (8/6).

Komarudin menyebut tidak ada teguran Megawati terhadap Bambang Pacul. Ia menilai, manuver Ketua Bappilu PDIP itu yang mendorong Puan sebagai cawapres merupakan dinamika biasa.

"Tidak ada, mau teguran apa? saya kira mereka itu dinamika biasa saja bagi kader-kader PDIP. Hari ini kita lagi sibuk konsolidasi organisasi untuk rakernas bulan Agustus karena kita mau menang tiga kali berturut-turut," katanya dikutip Merdeka.com.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga bilang, setiap kader PDIP punya hak untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden. Namun, keputusan berada di tangan ketua umum.

"Apa yang mau ditindaklanjuti? mas Ganjar kader partai, mbak Puan kader partai. Ya semua punya hak lah mencalonkan diri," katanya.

Megawati Meradang

Sebelumnya, konflik Ganjar dan Bambang Pacul sampai di telinga Megawati. Kabarnya membuat sang ketua umum meradang. Secara bergantian mereka dipanggil menghadap ke Jalan Teuku Umar, Menteng. Ganjar yang pertama kali datang. Sambil membawa buah tangan sebuah lukisan.

Pertemuan mereka berakhir dengan ceria. Keduanya sempat melakukan swafoto sambil menunjukkan sebuah lukisan.

Selang sehari, Bambang Pacul dan Puan diminta menghadap. Hadir pula Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di sana. Empat pasang mata bertemu di atas meja. Di akhir pekan, perbincangan mereka sangat serius.

Tercium aroma kemarahan Megawati di sana. Suasana tegang semakin terasa. Tiga tamu spesial itu hanya tertunduk. Sambil mendengar titah sang tuan rumah. Ketiganya sedang disidang.

Pemicu kemarahan Megawati disebabkan kisruh dua kader elit PDIP. Bambang Pacul dan Ganjar Pranowo. Gaung pecah kongsi keduanya begitu santer. Khawatir menimbulkan gejolak lebih besar di antara kader. Polemik ini ingin segera diredam.

"Bu Mega minta mereka kerja saja dan tidak ribut," ujar sumber merdeka.com dari internal PDIP.

Pernyataan Megawati ini membuat terang masalah. Sekaligus menegaskan adanya keributan dua kadernya di Jawa Tengah sebagai kandang Banteng.

Hasto mengakui adanya pertemuan di rumah Megawati. Sekretaris Jenderal PDIP ini menyebut pertemuan pada Minggu, 23 Mei 2021, hanya rapat biasa. Tidak ada arahan khusus dari Megawati terkait kabar keributan antara Bambang Pacul dan Ganjar.

Pertemuan di rumah Megawati hanya rapat biasa. Utamanya tentang urusan kepartaian. Semua pembahasan didiskusikan dengan sang ketua umum. "Kita rapat partai kan sering," kata Hasto saat di Yogyakarta, Sabtu pekan lalu.

Pertemuan di rumah Megawati juga diakui politikus PDIP Junimart Girsang. Dia menyebut di atas meja itu biasanya ada sesuatu yang dibahas spesifik. Tema yang dibahas pun bukan untuk dikonsumsi secara luas. Masalah utamanya masih seputar kisruh PDIP.

"Super spesifik. Kalau sudah begitu, tentu ada hal-hal yang didiskusikan, yang tidak menjadi konsumsi oleh siapapun," ujar wakil ketua komisi II DPR itu.

Konsolidasi Tanpa Ganjar
PDIP Jawa Tengah mengumpulkan seluruh kader dan kepala daerah di wilayahnya pada Sabtu, 22 Mei Lalu. Hanya Ganjar, kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah tak diundang dalam acara yang dihadiri Puan Maharani.

Ganjar namanya sering disebut sebagai capres potensial di Pemilu 2024. Elektabilitas Ganjar selalu masuk tiga besar. Puan juga disebut menjadi calon kuat calon presiden atau calon wakil presiden dari PDIP.

Konsolidasi PDIP Jateng tanpa kehadiran Ganjar rupanya disengaja. Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto menegaskan, sengaja tak mengundang Ganjar. Karena Ganjar dianggap kelewatan. Ganjar dianggap terlalu berambisi menjadi calon presiden.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang.

Panas hubungan Ganjar semakin tersulut saat Puan menyindir seorang pemimpin yang lebih banyak kerja di media sosial ketimbang aksi nyata di lapangan.

"Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," kata Puan dalam acara tersebut.

Sementara itu, Ganjar tampak santai tak diundang dalam acara konsolidasi di PDIP Jateng. Blak-blakan, dia membenarkan tidak diundang.

"Saya tidak diundang," singkat Ganjar saat dihubungi wartawan. Padahal sehari sebelum acara tersebut, dia habis menemui Megawati di Jakarta.
Belakangan, Ganjar mengklarifikasi hubungannya dengan Puan. Dia menegaskan, sangat hormat dengan Puan Maharani, mantan komandannya di Pilgub Jawa Tengah.