Kolaborasi dua startup Tanah Air, Gojek dan Tokopedia disorot berbagai pihak. Ekonom Digital LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Chaikal Nuryakin menilai, kolaborasi mampu memunculkan integrasi ekonomi.

Integrasi ekonomi artinya meningkatkan efisiensi di tingkat entitas perusahaan baru dan menurunkan biaya yang dikenakan kepada pengguna. Pun memunculkan integrasi fungsional alias efisiensi di tingkat merchant mitra, menurunkan ongkos produksi.

”Adanya kolaborasi keduanya mampu menarik UMKM konvensional untuk bertranformasi ke digital,” ungkap Chaikal dalam siaran pers, Sabtu (5/6/2021).

Berdasarkan riset LPEM UI, dikutip Kompas.com, kedua pemain ini bisa berkontribusi mencapai 1,9 persen hingga 2,1 persen terhadap PDB nasional.

Sebelum kolaborasi, kontribusi Tokopedia dan Gojek lebih kecil, masing-masing 1,1 persen dan 0,7 persen terhadap PDB. Jika ditotal, hanya sekitar 1,8 persen dari PDB nasional.

”Terdapat stimulus sebesar Rp 17 triliun sampai Rp 35 triliun kepada perekonomian dari kolaborasi Tokopedia dan Gojek,” terang Chaikal.
Chaikal meyakini, dampak positif kolaborasi GoTo semakin berkembang lantaran keduanya tengah bertumbuh, salah satunya terkait peran terhadap inklusi keuangan.

Peran inklusi keuangan bisa dimaksimalkan oleh Gojek dalam kolaborasi GoTo karena Gojek sudah memiliki layanan pembayaran digital.
Adapun saat ini, pangsa ekonomi digital di Indonesia masih sekitar 5 persen dari PDB. Angkanya masih berada di bawah Thailand, Singapura, bahkan India yang sudah lebih dari 20 persen.

”Kita tahu ini target pemerintah untuk masyarakat Indonesia bisa masuk ke industri keuangan. Misalnya untuk distribusi bantuan pemerintah dan untuk akses terhadap modal usaha masyarakat UMKM,” terang Chaikal.

Ekonom Agustinus Prasetyantoko menambahkan, GoTo bisa saja menurunkan barrier to entry (hambatan untuk memulai usaha) dalam mendirikan usaha.
Lalu, tidak adanya contoh kasus sejenis kolaborasi GoTo di negara lain diyakini akan menjadi acuan bagi pelaku digital global.

”Ini akan direplikasi di tempat lain sebab saya tidak melihat di tempat lain. Dengan bergabungnya Gojek dan Tokopedia ada cross selling dan cross market. Dengan digital market yang terbuka ini kita tidak dibanjiri produk asing," pungkas dia.