Sikap pasif yang ditunjukkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait serangan tentara Israel kepada rakyat Palestina, menjadi sorotan.

Belakangan, sikap pasif ini dikaitkan dengan wacana tawaran bantuan dari Amerika Serikat (AS) senilai Rp28,5 triliun, andai Indonesia mau berdamai dengan Israel.

Salah seorang yang mengungkit kembali rencana tersebut adalah politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

"Pernah ada rencana bantuan Amerika Rp28,5 triliun buat Indonesia jika berbaik-baik dengan Israel. Saya tidak terlalu mengikuti apakah ada realisasinya," ujar Andi Arief di akun Twitternya, Jumat (14/05/2021).

Meski begitu, Andi Arief mengaku tidak bisa memastikan, tidak munculnya sikap keras Indonesia terhadap Israel atas serangan itu, berkaitan dengan tawaran bantuan tersebut atau bukan.

"Seperti ketidaktahuan saya, apakah ada hubungan lembeknya Pak Jokowi terhadap situasi Palestina saat ini," ujar Politisi Partai Demokrat ini heran.

Wacana bantuan uang untuk Indonesia jika berdamai dengan Israel muncul pada akhir tahun 2020 lalu. Pernyataan itu muncul dari CEO US International Development Finance Corp, Adam Boehler.

Dia mengatakan Amerika Serikat akan memberikan bantuan sebesar 2 miliar dolar AS atau Rp 28,5 triliun kepada Indonesia jika berdamai dengan Israel. Hal itu dia ungkapkan dalam wawancara dengan Bloomberg.

"Kami sedang membicarakannya dengan mereka (Indonesia). Jika mereka siap, mereka siap, dan jika mereka siap, maka kami akan dengan senang hati bahkan mendukung lebih banyak secara finansial daripada yang kami lakukan," kata Boehler dikutip dari Times Of Israel, Rabu (23/12/2020).