Seperti dilansir CNBC, Jumat (14/5/2021), saham Alibaba yang terdaftar di Hong Kong anjlok 4,03 persen pada Jumat sore di kota tersebut. Hal ini berbanding terbalik dengan indeks saham Hong Kong yang mengalami kenaikan 0,95 persen.    

Tak hanya itu, saham kerajaan bisnis Jack Ma di Wall Street, merosot hingga 6,28 persen pada penutupan perdagangan Kamis (13/5/2021).  Denda antimonopoli besar yang diterima pada April menjadi beban berat pada pendapatan Alibaba. Meski demikian, angka yang mampu ditorehkan mengalahkan perkiraan.

Pendapatan Alibaba tercatat 187,39 miliar yuan atau USD 28,6 miliar. Angka ini melebihi perkiraan Refinitv sebesar 180,41 miliar yuan atau naik 64 persen year over year/yoy. Alibaba mengalami kerugian besar 5,47 miliar yuan pada kuartal yang berakhir Maret. Pasar mengharapkan laba bersih 6,95 miliar yuan berdasarkan perkiraan Refinitiv.

Alibaba berharap, hasil terbaru di tengah masalah baru-baru ini dengan regulator. Hal ini dimulai rencana penawaran umum perdana Ant Group senilai USD 34,5 miliar ditarik oleh regulator pada November.

Sejak itu, nilai kapitalisasi pasar susut lebih dari USD 240 miliar karena pengawasan terus berlanjut. Ditambah denda besar 18,23 miliar yuan atau USD 2,8 miliar yang diterimanya sebagai hasil dari penyelidikan anti-monopoli. Alibaba menyatakan kerugian operasionalnya mencapai 7,66 miliar yuan akibat denda tersebut. CEO Alibaba Daniel Zhang menuturkan, Alibaba pertama kali melaporkan kerugian operasional sebagai perusahaan publik. Akan tetapi, hal itu tidak termasuk pendapatan dari operasi menjadi 10,56 miliar yuan atau naik 48 persen (yoy).