Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas tidak mau menanggapi lebih jauh soal Ali Mochtar Ngabalin yang menyebutnya berotak sungsang.

Disebut otak sungsang oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) itu, Busyro malah menyampaikan salam sayang.

“Salam sayang saja,” ujarnya pada Jumat malam, 14 Mei 2021.

Busyro juga menekankan bahwa ia akan tetap pada pendiriannya untuk membela 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Ali Mochtar Ngabalin membalas salam sayang dari Busyro Muqoddas dengan saran agar Ia mengundur diri sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ngabalin mengaku keberatan apabila Busyro menempatkan diri seperti pekerja Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi di Muhammadiyah.

“Sebagai AMM saya menyarankan ke mas Busyro agar mengundurkan diri sebagai ketua PP. Muhammadiyah. Saya keberatan kalau kangmas memposisikan diri seperti pekerja LSM anti korupsi di PP. Muhammadiyah,” kata Ngabalin melalui akun Twitter-nya pada Jumat, 14 Mei 2021.

Sebelumnya, Ngabalin mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi dakwah yang bertujuan mendidik umat.

Menurut Ngabalin, persyarakatan yang kuat dan berwibawah itu telah dicemari oleh sikap Busyro yang mengkritik keras polemik di Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini.

“Otak-otak sungsang yang gini merugikan persyarikatan. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat & dan berwibawa tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” kata Ngabalin pada Kamis, 13 Mei 2021.

“Cocoknya Mas Busro di LSM anti korupsi atau masuk parpol sekalian. rasanya Anda tidakk cocok menjadi pimpinan Muhammadiyah,” tambahnya.

Pernyataan itu dibagikan Ngabalin bersama sebuah artikel yang memuat pernyataan Busyro bahwa KPK tamat riwayatnya di tangan Presiden Joko Widodo.