Internal Partai Gerindra kompak masih berharap sang Ketua Umum Prabowo Subianto bersedia maju kembali sebagai calon presiden di 2024. Permintaan itu berdasar hasil survei yang mencatat elektabilitas Prabowo Subianto selalu berada di posisi teratas. 

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, wajar jika Prabowo masih diminta kader Gerindra untuk maju sebagai calon presiden untuk ketiga kalinya.

Namun di sisi lain, selama masih ada Prabowo Subianto, Gerindra akan kesulitan untuk regenerasi.

"Selama masih ada Prabowo ya Prabowolah yang akan berkuasa di Gerindra. Tak akan ada regenerasi," ujar Ujang kepada wartawan, Rabu (12/5).

Ujang melihat, tanpa Prabowo, Gerindra tidak akan sekuat sekarang. Sulit untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di partai berlambang garuda ini.

Selain itu, dikutip Merdeka.com saat ini dinilai tidak ada tokoh di internal Gerindra yang berani maju sebagai calon presiden. Sebab masih kuatnya ketokohan Prabowo.

"Selama ada Prabowo maka tokoh yang lain tidak akan ada yang berani," katanya.

Gerindra memiliki Sandiaga Uno yang pernah mendampingi Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019. Namun Sandiaga dinilai tidak akan berani maju sebagai calon presiden di 2024. Untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Gerindra pun dinilai tidak berani.

Ada gestur terlihat saat Kongres 2020 lalu. Prabowo tidak mau menemui Sandiaga menjelang Kongres 2020. Akhirnya, Menparekraf itu tak maju sebagai calon ketua umum.

"Waktu itu (Sandiaga) mau maju jadi ketum, tapi dikunci oleh Prabowo," kata Ujang.

"Prabowo tak mau ditemui oleh Sandi. Artinya Prabowo marah ke Sandi ketika itu. Akhirnya Sandi tak lanjutkan gerakannya," ucapnya.