Dikutip dari CNNIndonesia, induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Phillip Moris memberikan respons terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang menaikkan harga cukai rokok rata-rata sebesar 12,5% pada 2021. Jacek Olczak, Chief Executive Officer (CEO) Philip Morris International Inc yang baru terpilih mengatakan, saat ini Indonesia dan banyak negara lain sedang menghadapi masa-masa yang sangat menantang karena pandemi Covid-19.

Hal ini imbas dari kebijakan pembatasn sosial yang menyebabkan aktivitas ekonomi tidak berjalan dengan optimal, sehingga menyebabkan daya beli masyarakat menururn. "Hal ini mendorong tekanan pada tingkat pendapatan dan diterjemahkan menjadi untuk apa orang membelanjakan uang mereka," kata Jacek, beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, kebijakan HM Sampoerna terkait kenaikan cukai rokok, manajemen HMSP akan melihat bagaimana pasar merespons kebijakan tersebut sebelum menaikkan harga rokok perseroan. "Kami akan melihat bagaimana pasar akan menerimanya, karena sekali lagi ini adalah waktu yang sangat sensitif dari perspektif ekonomi dan kami harus sangat sensitif terhadap keputusan harga kami dan bagaimana kami akan membebankan pajak ini kepada pelanggan," katanya.

Selain itu, kata dia, tantangan lainnya yang juga lebih penting ketika pemerintah Indonesia memberikan regulasi yang lebih akomodatif tak hanya produk konvensional, tapi produk nikotin elektronik seperti IQOS. Sampai dengan kurtal pertama, HMSP tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp2,59 triliun atau turun 22,13%. Sebelumnya, pada periode yang sama 2020, laba bersih HMSP sebesar Rp3,32 triliun.

Menurunnya laba bersih tersebut diiringi dengan merosotnya penjualan dan pendapatan usaha 0,55% menjadi Rp23,56 triliun, pada kuartal I-2021 dari Rp23,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.