Ada analisa menarik dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera soal Pilpres 2024. Kontestasi 5 tahuan itu akan berlangsung di tiga kondisi. Yakni di masa pandemi, masa resesi, dan masa transisi atau suksesi dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Nah, menyangkut suksesi, Mardani menilai pilpres mendatang akan menjadi medan tempur antara politikus senior dan politikus muda.

Mardani mengatakan tokoh-tokoh senior itu di antaranya Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Jokowi. Adapun politikus muda misalnya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan para ketua umum partai yang masih muda.

"Ini berat ya, karena di masa transisi, Pak Prabowo, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, kita katakan old soldiers, mereka mungkin tetap ingin berperan. Tetapi saat yang sama kelompok muda, Mas Anies, Ganjar, RK, ketum-ketum partai yang muda itu ingin tampil," kata Mardani dalam webinar, Sabtu, 8 Mei 2021.

Mardani mengatakan pertarungan antara old soldiers dan young soldiers ini pun harus diatur agar tak berbenturan. Ia mengatakan kontestasi Pilpres atau Pemilu 2024 perlu menjadi ajang untuk beradu karya dan gagasan.

Sayangnya, kata Mardani, keinginan ini agak repot diwujudkan dengan tak adanya revisi Undang-undang Pemilu. Ia mengatakan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold mestinya diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen.

Menurut Mardani dikutip Tempo, turunnya ambang batas pencalonan presiden itu akan membuat semakin banyak tokoh bisa maju sebagai capres 2024. Dia pun berpendapat kontestasi gagasan akan muncul jika pilpres diikuti oleh tiga hingga lima pasangan, bukan hanya dua pasangan seperti Pilpres 2014 dan 2019.

"Kalau cuma dua pasang peluang divided (pembelahan) itu besar, karena itu kita perlu untuk segera menyelesaikan urusan ini," ujarnya.

Di sisi lain, Mardani mengatakan pilpres di masa pandemi dan resesi juga rentan menyebabkan meningkatnya transaksi keuangan, sedangkan adu gagasan berkurang. Ia menyebut kondisi resesi ekonomi akan berdampak buruk bagi demokrasi.

"Karena orang bahasanya tidak penting visi misi, yang penting gizi. Baiknya kompetisi itu dalam keadaan perut tidak lapar, demokrasi itu dalam keadaan kita tidak di-PHK. Sekarang di bawah bayang-bayang resesi," kata Mardani soal Pilpres 2024.