Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus melakukan manuver politik. Teranyar, menyambangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Dua tokoh yang namanya masuk daftar calon presiden versi lembaga survei ini dinilai sedang mencari kecocokan. Duet ini diyakini dapat menyingkirkan Prabowo Subianto.

"Silaturahmi politik. Penjajakan awal dan cari kecocokan satu sama lain," ujar pengamat politik Ujang Komarudin kepada wartawan, Jumat (7/6).

Ujang mengatakan, kemungkinan duet Anies-AHY terbuka. Namun, tergantung partai politik lain yang mau berkoalisi. Sebab, Demokrat hanya punya 7,77 persen kursi dan Anies bukan kader partai.

"Jika berduet butuh partai-partai pendukung. Dan Anies tak punya partai. Demokrat punya 7,77 persen kursi di parlemen. Kurang lebih butuh 13 persen lagi untuk bisa nembus persyaratan 20 persen PT," jelas Ujang dikutip Merdeka.com.

AHY dan Anies diyakini bicara banyak kemungkinan dan skenario. Penting bagi keduanya untuk menaikan popularitas dan elektabilitas. Sebab akan memudahkan keduanya maju di Pilpres 2024.

"Mereka mungkin bicara banyak kemungkinan dan banyak skenario. Dan yang paling penting bagi keduanya adalah menaikan popularitas dan elektabilitas agar tinggi. Jika sudah tinggi popularitas dan elektabilitasnya, maka partai-partai akan datang meminang," ujarnya.

"Jadi soal berduet atau tidak itu tergantung dari dinamika politik yang terjadi ke depan. Di politik semua serba mungkin. Mungkin iya dan mungkin juga tidak," jelasnya.

Sebelumnya, AHY dan Anis bertemu di Balai Kota DKI Jakarta kemarin (6/5). Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membantah pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Kami tidak berbicara ke sana ya. Artinya tidak ada pembicaraan soal politik praktis yang terlalu jauh," ucap AHY di Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (6/5).

AHY menegaskan bahwa pertemuannya dengan Anies tak membahas Pilpres 2024, melainkan hanya berdiskusi soal amanah yang telah didapatkan keduanya sebagai pimpinan Ibukota dan pimpinan partai.

"Kami ini sama-sama sedang menjalankan amanah, beliau mendapatkan amanah dari warga Jakarta menjadi gubernur selama lima tahun. Saya Juga mendapatkan amanah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat selama lima tahun juga," tuturnya.

Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Anies hanya membahas masalah-masalah yang kini tengah dihadapi Indonesia dan ingin memperkuat kolaborasi dengan pimpinan Jakarta tersebut.

"Kami hanya ingin meyakinkan bahwa dalam situasi negeri yang membutuhkan kehadiran kita semua, negara hadir, pemerintah hadir, partai politik, dan semua elemen bangsa harus hadir, itulah diskusi kami semua," ucap AHY.

Lebih lanjut, AHY mengharapkan melalui diskusi yang dilakukannya dengan Anies tadi, bisa mendapat solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini.

"Dengan banyak pengalaman diskusi yang kami lakukan, kami harapkan bisa memperkuat upaya kita untuk kontribusi kita" tuturnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku turut prihatin atas persoalan yang dihadapi Partai Demokrat dan mendoakan agar ke depan partai semakin solid dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Partai Demokrat baru saja melewati ujian yang tidak sederhana. Insya Allah ini akan membuat kepemimpinan makin solid partai juga makin solid dan memberi manfaat bagi semua," ucap Anies di lokasi yang sama.