Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menilai Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengada-ada soal mengaku tidak tahu lokasi karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri yang tiba di wilayah provinsi tersebut.

Edy menegaskan Satgas Covid-19 Sumut tentutnya bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Satgas Covid-19 Medan untuk menangani pandemi akibat virus corona tersebut. Oleh karena itu, dia pun membantah Pemkot Medan tidak dilibatkan. Alhasil, Edy menilai pengakuan ketidaktahuan Bobby tersebut sama sekali tidak punya dasar.

"Kita sudah satu tahun ini merawat dan pastinya itu adalah kegiatan merawat rakyat kita PMI, migran, WNI yang dari Malaysia. Yang diketuai oleh dan satgasnya adalah Danrem Pantai Timur. Itu team work, di dalamnya ada orang orang dari Polda, ada orang orang TNI," kata Edy Rahmayadi, Kamis (6/5).

"Karena ini berada di Kota Medan juga ada unsur-unsur dari Kota Medan. Semua ada termasuk wartawan ada di dalam situ. Jangan bilang tidak tahu," imbuh mantan Pangkostrad tersebut.

Di satu sisi, Edy dikutip CNN Indonesia mengatakan andai memang Bobby itu tetap mengaku tidak tahu soal lokasi karantina WNI, sebaiknya mencari tahu sendiri atau menanyakan langsung pada Tuhan.
"Kalau tidak tahu, cari tahu. Kalau tidak tahu, tanya Tuhan Yang Maha Tahu," sebutnya.

Tak hanya itu, Edy juga meminta Bobby melibatkan diri agar bisa mengetahui lokasi karantina Covid-19 bagi WNI di Sumut, khususnya Medan. Pasalnya selama ini Pemprov Sumut dan Pemko Medan sudah setahun lebih bersama-sama menangani Covid-19.

"Itu kan team work, satu tim. Salah besar berarti dia. Kalau kurang dilibatkan, melibatkan diri, jangan merasa ini semua kurang. Kita sudah satu tahun ini merawat," ucapnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Bobby selaku Wali Kota Medan memprotes keras Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.
Menurut menantu dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi tak pernah mengkoordinasikan lokasi isolasi atau karantina untuk penanganan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari luar negeri.

Bobby menyebutkan penggunaan lima hotel dan beberapa kantor milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut ada di Kota Medan. Hotel dan kantor tersebut akan dijadikan tempat isolasi WNI yang tiba di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA).

"Ini karantina adanya di Medan dibuat. Untuk di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinas lah kita bilang milik provinsi bukan Kota Medan. Karena ini wilayahnya provinsi, tapi kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut," kata Bobby, Kamis (5/5).