Secara komposisi sektoral, jasa hulu migas memberikan kontribusi sebesar 39 persen, jasa distribusi dan logistik energi 50 persen dan 11 persen sisanya dikontribusikan oleh jasa penunjang.

Direktur Utama Elnusa, Ali Mundakir mengatakan perjalanan usaha tiga bulan pertama tahun ini masih syarat akan tantangan operasional dengan segala dinamikanya.  “Namun demikian, tren positif terus kami lakukan sehingga kami optimistis akan membuahkan hasil yang lebih baik pada kuartal-kuartal mendatang,” ujarnya dal.am keterangan resmi yang dikutip voi.id, Minggu (2/5/2021).

Menurut Ali, pelaksanaan beberapa proyek telah on-stream di pada tahun ini dari seluruh segmen bisnis yang ada. Untuk jasa hulu migas, pengerjaan proyek carry over dan proyek baru sudah berjalan, serta pekerjaan pendukung lain produksi migas di blok migas yang tersebar di Indonesia terutama di wilayah kerja Pertamina Group.  “Pada jasa distribusi dan logistik energi, volume penjualan BBM Inmar menjadi menjadi penopang pada kuartal ini karena meningkatnya jumlah customer,” tuturnya.

Adapun, bisnis jasa Depo Manajemen juga mengalami kenaikan volume thruput dari beberapa proyek Depo termasuk Depo Amurang yang sudah di alih kelola sejak 2019.

Sedangkan pada jasa penunjang, segmen ini tetap berkontribusi aktif dan bertumbuh melalui bisnis fabrikasi peralatan migas dan bisnis warehousing atau penyimpanan dokumen. “Dalam hal belanja investasi, Elnusa telah menganggarkan kenaikan investasi hingga mencapai Rp600 miliar di tahun ini,” imbuhnya.

Ali menambahkan,tantangan dan peluang di masa yang akan datang akan menjadi batu loncatan bagi pertumbuhan bisnis bagi Elnusa. Selain mengandalkan kompetensi internal, kerjasama berbagai aliansi strategis dengan beberapa partner juga akan dimaksimalkan oleh perseroan dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel perhari. “Kami terus memacu diversifikasi portofolio, kompetensi, serta investasi yang tepat dalam mendukung pertumbuhan," tutup Ali.