Polri memberikan penjelasan terkait pihak pengacara dan keluarga yang belum bisa menemui eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman setelah ditangkap Densus 88 Polri pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Polisi mengungkap, izin bertemu belum diberikan lantaran Munarman masih dalam proses penyidikan.

""Penyidik ingin konsentrasi, fokus mendalami dan menelusuri kasus-kasus tersebut. Kalau kasus terorisme kan berbeda dengan kasus lainnya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan.

"Dan pelarangan pengacara dan keluarga bertemu yang bersangkutan menurut kami tidak menyalahi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), karena penyidikan kasus terorisme itu hukum acara pidananya berbeda dengan kasus biasa," tegas Ahmad Ramadhan.

Sebelumnya tim pengacara eks Sekum FPI,  Munarman mengeluhkan hingga kini mereka belum bisa menemui kliennya.

"Sampai saat ini, baik dari pengacara sama keluarga belum ada yang dapat akses sampai saat ini untuk menemui pak Munarman. Menurut polisi masih belum bisa dijenguk karena penerapan Undang-undang terorisme," ungkap salah satu anggota tim pengacara Munarman, Ichwan Tuankotta saat dihubungi media, Sabtu (1/5/2021).

"Padahal sebagai kuasa hukum, kita hanya mau memastikan beliau sehat-sehat saja atau bagaimana. Lalu kita juga mau menyerahkan baju dan perlengkapan beliau seperti sarung dan sajadah. Itu saja tidak diberikan akses. Ada apa ini?" ucap Ichwan. 

Oleh sebab itu, kata Ichwan, pihaknya berencana akan menyiapkan praperadilan terkait kasus ini.

"Kita akan menyiapkan secepatnya praperadilan, karena biar bagaimanapun ini terkait dengan hak-hak beliau. Dan kita sudah menyiapkan 50 orang pengacara agar beliau bisa mendapatkan pendampingan hukum untuk menghadapi kasusnya," katanya.