Ada dua bisnis penting yang menjadi penekanan sang menteri. Yakni, EV battery dan ekonomi digital. Keduanya merupakan modal dasar bagi Indonesia agar tidak selalu menjadi market bagi pelaku bisnis global.

Dia menyebutkan, saat ini, pengembangan EV battery yang dilakukan oleh konsorsium PT Inalum (Persero), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus dalam proses. Bahkan diakuinya saat ini kementerian terus melakukan komunikasi dengan produsen mobil listrik dari Amerika Serikat Tesla. "Kita juga sedang menjajaki dengan Tesla kemarin dimana ini konsorsium Pertamina, PLN, Inalum dan Antam ini konsorsium terbesar BUMN yang kita ingin memastikan EV battery ini kita bisa produksi sendiri tidak hanya menjadi market," kata Erick dalam dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021.    

Hal lainnya yang juga dinilai penting adalah hilirisasi digital ekonomi perlu dilakukan dan diantisipasi. "Dengan adanya bitcoin, criptocurrency, dumping pricing dimana UMKM kita hancur lebur karena ada dumping yang tidak terkendali," imbuhnya.

Untuk itu, ia mengatakan BUMN akan bertindak sebagai agregator atau backbond untuk mendukung transisi ekonomi digital bisa masuk ke fase kedua. Sehingga nantinya juga bisa mendukung pengembangan healthtech, edutech dan lain sebagainya sehingga Indonesia tak lagi tertinggal dari negara lain.

Dua hal ini merupakan bagian dari 18 penugasan yang diberikan oleh negara kepada BUMN. Beberapa proyek lainnya seperti Pelabuhan Labuan Bajo, Kawasan Industri Batang, Rumah Milenial dan KEK Kesehatan yang akan dikembangkan di Bali.

Selain itu juga ada sinergi transportasi Jabodetabek, LRT Jabodebek, pengemangan 5 destinasi wisata super prioritas dan Pelabuhan Tanjung Benoa.  "Lalu ini juga perlu dukungan mengenai Tol Sumatera fase 1 yang saya rasa harus dituntaskan di 2023-2024. Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Refineries ini tentu saya rasa bisa tanpa PMN," jelasnya.

Selanjutnya ada juga pengembangan food estate hingga hilirisasi pertambangan seperti coal to Dimethyl Ether (DME), gasifikasi atau to methanol. Lalu juga ada smelter bisa menjadi turunannya supaya copper dan nikel bisa diproduksi dan memberikan value added di Indonesia.