Melalui kerja sama strategis, seluruh hunian di TOD yang dibiayai BTN akan mendapatkan fasilitas kompor induksi. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pemerintah telah menginisiasi Gerakan Sejuta Kompor Induksi untuk mewujudkan cita-cita kemandirian energi nasional.  “BTN sebagai bagian dari BUMN ikut bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendukung cita-cita tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/4/2021).

Menurutnya, penyediaan kompor listrik di hunian-hunian yang dibiayai BTN juga sejalan dengan misi perseroan menghadirkan rumah yang aman dan nyaman. Sebab, penggunaan kompor induksi lebih murah dibandingkan kompor LPG dan lebih aman. “Penyediaan kompor induksi di hunian TOD diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Melalui kemitraan ini, lanjut Haru, proyek TOD milik PT Adhi Commuter Properti, PT Agung Podomoro Land Tbk, PT Adhi Persada Properti, Perum Perumnas, dan PT Wijaya Karya Realty yang dibiayai BTN akan menyediakan fasilitas kompor induksi. Kehadiran kompor induksi di hunian TOD juga sesuai dengan karakteristik target pasar tipe hunian ini. “Target pasar yang merupakan generasi milenial umumnya menginginkan hunian modern yang aman, nyaman, terjangkau, mobilitas mudah, dan akses transportasi yang dekat,” ucapnya.

Sebelumnya, BTN juga telah menggandeng pengembang perumahan subsidi untuk penyediaan kompor induksi di hunian subsidi di kawasan Tangerang. Melalui kemitraan tersebut, akan ada 3.100 hunian subsidi yang menggunakan kompor induksi.

Ke depan, tambah Haru, BTN akan terus menggandeng pengembang-pengembang lainnya baik subsidi maupun nonsubsidi dalam rangka mendukung Gerakan 1 Juta Kompor Induksi.

Per Maret 2021, penyaluran KPR Subsidi emiten bersandi saham BBTN ini mulai tumbuh level 0,2 persen secara tahunan menjadi Rp 80,5 triliun dari Rp 79,99 triliun pada Maret 2020. Secara total, BBTN telah menyalurkan KPR senilai Rp 203,11 triliun per Maret 2021 atau tumbuh 5,37 persen dari Rp 192,76 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.