Pemerintah telah menyepakati perubahan nomenklatur kementerian yang berujung munculnya wacana kocok ulang (reshuffle) kabinet. Kemungkinan besar Presiden Joko Widodo akan melantik menteri tersebut usai lebaran.

Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga memastikan, Jokowi masih menentukan calon Menteri Investasi maupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Namun Eriko mengatakan proses penentuannya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Kami bukan menduga-duga. Hampir dapat dipastikan setelah Lebaran," kata Eriko saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (27/4).
 
Namun, Presiden saat ini tengah fokus pada penanganan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Kemudian, Kepala Negara juga masih mengutamakan pemulihan bencana alam di sejumlah daerah, seperti banjir Nusa Tenggara Timur (NTT). "Bantuan sosial harus didahulukan, harus diutamakan," ujar dia.

Bila dari kalangan profesional, Jokowi harus memastikan calon menteri memiliki rekam jejak yang baik serta bisa mengambil keputusan tepat di tengah pandemi Covid-19. Jika calon menteri dari partai politik, Presiden harus berdiskusi dengan pimpinan partai terkait.

Meski begitu, Eriko menduga Jokowi juga mempertimbangkan jatuhnya hari baik. Contohnya adalah hari Lebaran dianggap menjadi hari kemenangan bagi umat muslim. "Sangat baik setelah bermaaf-maafan, semua kembali fitri," kata Eriko.

Ia juga menyarankan pelantikan menteri tidak dilakukan secara terburu-buru. Sebab, tidak ada urgensi untuk melantik Menteri Investasi maupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan segera.

Sementara, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, pelantikan menteri baru kemungkinan baru akan dilakukan setelah Lebaran. "Setelah Lebaran sepertinya," kata Heru.

Pemerintah perlu menyiapkan peraturan presiden terkait perubahan nomenklatur sebelum mengumumkan perombakan kabinet. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi apakah pelantikan menteri juga diikuti dengan perombakan kabinet.